MIKROSKILMIKROSKIL

Jurnal Sifo MikroskilJurnal Sifo Mikroskil

Kebanyakan algoritma semi-fragile watermarking yang telah ada memiliki kelemahan, seperti sifat tidak kelihatan (invisibility) yang jelek, dan robustness yang tidak sempurna pada beberapa proses sinyal. Penyebab utamanya adalah karena kebanyakan algoritma menggunakan parameter kuantisasi tertentu tanpa mempertimbangkan perbedaan di antara citra. Untuk mengatasi permasalahan ini, Shengbing Che, Bin Ma, Jinkai Luo dan Shaojun Yu dari China (2009) memperkenalkan sebuah algoritma image watermarking berdasarkan pada segmentasi region. Proses kerja sistem dimulai dengan pemilihan citra sampul dan citra watermark hitam putih, diikuti dengan pengisian nilai kunci dan proses pengacakan terhadap citra hitam putih. Citra sampul kemudian dikonversi ke grayscale, dan citra hitam putih ditempelkan ke dalamnya. Citra watermark yang diperoleh disimpan untuk proses ekstraksi citra watermark hitam putih. Hasil pengujian menunjukkan waktu eksekusi penempelan watermark relatif lebih cepat dari ekstraksi. Algoritma tidak dapat mengekstrak citra hitam putih ketika diberi efek brightness dan contrast, tetapi masih dapat diekstrak meskipun diberi noise atau dicrop. Kesalahan pengisian kunci menyebabkan citra hitam putih tidak terekstrak.

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa waktu eksekusi proses penempelan watermark lebih cepat daripada proses ekstraksi.Algoritma ini tidak mampu mengekstrak citra hitam putih jika diberikan efek brightness dan contrast.Meskipun demikian, citra hitam putih masih dapat diekstrak, meskipun tidak sempurna, ketika diberi noise atau dilakukan proses cropping.Terakhir, algoritma ini sensitif terhadap kunci yang digunakan, dan kesalahan dalam pengisian kunci akan menyebabkan citra hitam putih tidak dapat diekstrak.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk meningkatkan robustness algoritma semi-fragile watermarking terhadap serangan brightness dan contrast, misalnya dengan mengembangkan metode penempelan watermark yang adaptif terhadap perubahan intensitas dan kontras citra. Selain itu, eksplorasi teknik segmentasi region yang lebih canggih, seperti penggunaan deep learning untuk identifikasi area penting dalam citra, dapat meningkatkan ketahanan watermark terhadap cropping dan noise. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan metode verifikasi kunci yang lebih aman dan toleran terhadap kesalahan kecil, sehingga mengurangi risiko kegagalan ekstraksi watermark akibat kesalahan input kunci oleh pengguna.

  1. #fragile watermarking#fragile watermarking
Read online
File size772.7 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2hL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test