MIKROSKILMIKROSKIL

Jurnal Sifo MikroskilJurnal Sifo Mikroskil

Salah satu faktor penting dari suatu perangkat lunak adalah kualitas. Kualitas perangkat lunak yang baik ditunjukkan dengan minimalnya kesalahan-kesalahan yang ditemukan pada saat implementasi. Kesalahan yang ditemukan di awal pengembangan dapat mengurangi biaya, usaha dan waktu untuk perbaikan. Pada penelitian ini, akan diuji pengaruh antara salah satu metrik kualitas internal yaitu kohesi dan kecenderungan kesalahan pada perangkat lunak berorientasi objek. Data yang digunakan dalam penelitian berupa perangkat lunak berkode bebas yang dikembangkan dengan bahasa pemrograman Java. Pengukuran metrik kohesi dilakukan pada tahap desain dan implementasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara metrik kualitas kohesi terutama pada kode sumber dengan kecenderungan kesalahan perangkat lunak berorientasi objek.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengukuran kualitas dapat dilakukan pada tahapan awal pengembangan perangkat lunak dengan menggunakan desain Unified Modeling Language dan kode program.Nilai metrik kohesi yang diukur pada kode program mampu mendeteksi kecenderungan kesalahan perangkat lunak berorientasi objek, khususnya metrik kohesi LCOM yang memiliki korelasi positif yang signifikan terhadap kecenderungan kesalahan.Nilai metrik kualitas yang diukur menggunakan desain UML menunjukkan hasil yang beragam dalam mendeteksi kecenderungan kesalahan perangkat lunak.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan mengeksplorasi penggunaan teknik machine learning untuk memprediksi kecenderungan kesalahan perangkat lunak berdasarkan metrik kohesi dan metrik kualitas lainnya. Hal ini dapat membantu dalam mengidentifikasi kelas-kelas yang berpotensi memiliki kesalahan sejak dini, sehingga dapat dilakukan tindakan preventif. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan alat bantu otomatis yang dapat mengintegrasikan pengukuran metrik kohesi ke dalam proses pengembangan perangkat lunak, sehingga pengembang dapat dengan mudah memantau dan meningkatkan kualitas kode mereka. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai metrik kohesi dalam mendeteksi kecenderungan kesalahan pada berbagai jenis aplikasi perangkat lunak, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ukuran proyek, kompleksitas kode, dan bahasa pemrograman yang digunakan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang hubungan antara metrik kohesi dan kualitas perangkat lunak, serta membantu dalam pengembangan perangkat lunak yang lebih andal dan berkualitas tinggi.

  1. #perangkat lunak#perangkat lunak
  2. #bahasa pemrograman#bahasa pemrograman
Read online
File size513.5 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2hN
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test