INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan AgamaQALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama

Karakter adalah nilai-nilai perilaku manusia yang terkait dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan kebangsaan, yang diwujudkan dalam pikiran, sikap, perasaan, kata-kata, dan tindakan berdasarkan norma agama, hukum, tata krama, budaya, dan adat istiadat. Dalam upaya meningkatkan kesesuaian dan kualitas pendidikan karakter, Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jenjang, level, dan jenis satuan pendidikan. Grand design tersebut menjadi acuan konseptual dan operasional dalam pengembangan, pelaksanaan, serta evaluasi pada setiap jenjang pendidikan. Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural dikelompokkan ke dalam olah hati, olah pikir, olah raga dan kinestetik, serta olah rasa dan karsa. Pengembangan dan penerapan pendidikan karakter perlu dilakukan dengan merujuk pada grand design tersebut. Pendidikan karakter dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Materi pembelajaran yang terkait dengan norma atau nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan secara eksplisit dan dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran nilai-nilai karakter tidak hanya berlangsung pada tingkat kognitif, tetapi juga mencakup internalisasi dan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari peserta didik di masyarakat.

Lulusan SMP yang berkarakter baik tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran di kelas, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pola manajemen sekolah.Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dapat secara efektif memfasilitasi siswa dan warga sekolah umumnya dalam menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui prinsip keterbukaan, tanggung jawab, kerja sama, partisipasi, dan kemandirian.Dengan pengelolaan sekolah yang dijiwai oleh nilai-nilai karakter, diharapkan dapat dihasilkan lulusan yang memiliki karakter unggul dan siap menghadapi kehidupan bermasyarakat.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang efektivitas integrasi pendidikan karakter dalam mata pelajaran non-keagamaan dan non-PKn, seperti IPA dan matematika, untuk mengetahui strategi terbaik dalam menyisipkan nilai karakter tanpa mengurangi muatan akademik. Kedua, penting untuk mengeksplorasi peran orang tua dan lingkungan sekitar sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah, mengingat peserta didik menghabiskan lebih banyak waktu di luar jam sekolah. Ketiga, perlu dikaji bagaimana teknologi digital dan media sosial dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung pendidikan karakter di kalangan siswa SMP, termasuk pengembangan aplikasi atau platform interaktif yang mendorong refleksi nilai dan praktik perilaku positif secara konsisten dalam konteks kehidupan modern.

Read online
File size378.41 KB
Pages22
DMCAReport

Related /

ads-block-test