INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan AgamaQALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama

Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sebagai antisipasi penyebaran covid-19 dipandang kurang efektif dan menimbulkan banyak persoalan. Hal itu direspon oleh Mentri Pendidikan dengan menerbitkan edaran tentang diperbolehkannya pembelajaran tatap muka dengan segala persyaratannya. Kebijakan ini memicu polemik dengan adanya fakta bahwa penyebaran covid-19 masih terus mengalami peningkatan. Dinamika kebijakan metode pembelajaran di masa pandemi yang dalam implementasinya berkaitan dengan penjagaan atas jiwa dan penjagaan atas akal mendorong penulis untuk menganalisis dan mengelaborasinya dalam perspektif maqasid syariah.

Dalam diskursusnya penjagaan-penjagaan atas lima hal pokok itu sudah mengalami reinterpretasi.Seperti halnya, hifdzu nafs tidak hanya diimplementasikan dengan mengharamkan tindakan pembunuhan ataupun memberikan hukuman qisas bagi pelaku kejahatan saja, akan tetapi juga dengan menjaga diri dari penyakit-penyakit menular dan berbahaya yang bisa membahayakan jiwa.Begitu juga, hifdzul aqli tidak hanya dipahami sebagai penjagaan atas akal secara dzati saja tapi juga secara fungsi sehingga menjalankan proses pendidikan juga termasuk dalam penjagaan atas jiwa.Dari reinterpretasi ini dapat disimpulkan bahwa mencegah penularan virus merupakan implementasi dari menjaga jiwa dan melangsungkan pendidikan sebagai wujud menjaga akal menduduki posisi yang sama.Selanjutnya, melalui analisis konsep maslahat Ibnu Asyur, dapat disimpulkan bahwa kebijakan tersebut mengandung aspek manfaat (pengembangan akal) dan madhorot (rusaknya jiwa) secara berimbang.Sehingga perlu adanya analisis lebih mendalam melalui kajian sadd dzariah dengan cara menimbang ulang unsur kemaslahatan dan kemadhorotan yang ada, serta menjadikan faktor eksternal (alternatif pencegehan dari potensi kemadhorotan) sebagai penentunya.Melalui pendekatan ini penulis berkesimpulan bahwa kebijakan ini kurang relevan dengan maqasid syariah, hal ini disebabkan alternatif pencegahan yang terkandung dalam kebijakan masih kurang efektif dalam mengeliminir kemadhorotan (penyebaran virus) yang muncul.Dalam konteks ini penulis berpendapat bahwa kebijakan ini lebih baik dijalankan setelah dilaksanakannya vaksinasi, karena vaksinasi menempati posisi faktor eksternal (alternatif tindakan) yang cukup kuat dalam mengeliminasi kemadhorotan yang berupa ancaman terhadap jiwa.

Saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan berdasarkan artikel ini adalah: . . 1. Mengkaji lebih lanjut tentang reinterpretasi hifdzul aqli dalam konteks masa kini, dengan mengacu pada penjelasan dari berbagai tokoh maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana konsep hifdzul aqli telah berkembang dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam kebijakan pendidikan tatap muka di masa pandemi.. . 2. Menganalisis secara mendalam tentang kandungan maslahat dan madhorot dalam kebijakan pembelajaran tatap muka. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan kajian sadd dzariah untuk menilai relevansi kebijakan tersebut dengan maqasid syariah. Dengan demikian, dapat ditemukan solusi yang lebih efektif dalam mengeliminasi kemadhorotan dan memaksimalkan kemaslahatan dalam kebijakan pendidikan tatap muka.. . 3. Meneliti tentang faktor eksternal atau alternatif tindakan yang dapat memperkuat kebijakan pembelajaran tatap muka dalam konteks maqasid syariah. Penelitian ini dapat mengeksplorasi berbagai strategi dan protokol kesehatan yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko penyebaran virus, serta bagaimana kebijakan tersebut dapat diselaraskan dengan prinsip-prinsip maqasid syariah.

  1. Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka... doi.org/10.37680/qalamuna.v13i1.633Reinterpretasi Hifdzul Aqli dan Relevansi Maqasid Syariah Terhadap Kebijakan Pembelajaran Tatap Muka doi 10 37680 qalamuna v13i1 633
  2. Negara Kesejahteraan dan Maqasid Syariah: Analisis Pemikiran Jamaluddin Athiyyah | Falah: Jurnal Ekonomi... doi.org/10.22219/jes.v4i1.8741Negara Kesejahteraan dan Maqasid Syariah Analisis Pemikiran Jamaluddin Athiyyah Falah Jurnal Ekonomi doi 10 22219 jes v4i1 8741
  3. "Coronavirus Disease 2019: Review of Current Literatures" by Adityo Susilo, C. Martin Rumende... doi.org/10.7454/jpdi.v7i1.415Coronavirus Disease 2019 Review of Current Literatures by Adityo Susilo C Martin Rumende doi 10 7454 jpdi v7i1 415
  4. PEMBAHARUAN KONSEP MAQĀSID AL-SHARĪ’AH DALAM PEMIKIRAN MUHAMAMAD ṬAHIR IBN ‘ASHUR | Tohari... jurnaliainpontianak.or.id/index.php/Almaslahah/article/view/915PEMBAHARUAN KONSEP MAQASID AL SHARAoAH DALAM PEMIKIRAN MUHAMAMAD AHIR IBN AoASHUR Tohari jurnaliainpontianak index php Almaslahah article view 915
Read online
File size335.69 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test