UNIKOMUNIKOM

Jurnal Wilayah dan KotaJurnal Wilayah dan Kota

Kecamatan Sadang merupakan wilayah kecamatan yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kebumen. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang dapat mendorong Kecamatan Sadang menjadi kawasan potensial pengembangan pertanian dan kawasan agropolitan. Selain potensi Kecamatan Sadang juga memiliki kendala karena Kecamatan Sadang merupakan kecamatan yang berada di bagian paling utara Kabupaten Kebumen, dengan kondisi geografis berupa pegunungan dengan medan berat. Penerapan konsep agropolitan menjadi alternatif pengembangan guna meminimalisasi kesenjangan pembangunan perekonomian antara perkotaan dengan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk ; (1) Mengidentifikasi potensi desa di Kecamatan Sadang, (2) Mengidentifikasi ketersediaan kriteria Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Sadang, (3) Menganalisis penentuan Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Sadang berdasarkan kriteria Desa Pusat Pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, telaah pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis pembobotan berdasarkan standar kriteria Desa Pusat Pertumbuhan (DPP).

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam menentukan Desa Pusat Pertumbuhan (DPP) di Kecamatan Sadang pada bab sebelumnya, maka kesimpulannya adalah sebagai berikut.1) Sarana dan prasarana yang ada di Kecamatan Sadang secara umum sudah cukup tersedia dan sudah mendukung dalam pembentukan Desa Pusat Pertumbuhan.2) Desa yang sesuai untuk dikembangkan sebagai Desa Pusat Pertumbuhan adalah Desa Sadang Kulon dengan bobot yang diperoleh dari 7 (tujuh) kriteria penentu DPP di desa ini adalah 71 (tujuh puluh satu) yang artinya Desa Sadang Kulon memiliki sarana dan prasarana serta memiliki potensi yang mendukung terbentuknya Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara Desa Sadang Kulon sebagai Desa Pusat Pertumbuhan dengan desa-desa hinterlandnya, seperti Desa Pucangan, Desa Seboro, dan Desa Cangkring. Studi ini dapat mengeksplorasi dinamika interaksi dan sinergi antara pusat pertumbuhan dengan hinterlandnya dalam konteks pengembangan kawasan agropolitan. Selain itu, penelitian juga dapat fokus pada analisis dampak penerapan konsep agropolitan terhadap peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat desa secara keseluruhan. Studi ini dapat mengukur keberhasilan konsep agropolitan dalam meningkatkan kapasitas produksi, nilai tambah produk pertanian, dan daya saing produk pertanian lokal. Terakhir, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran dan kontribusi sentra-sentra produksi pertanian dalam pengembangan kawasan agropolitan, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk memperkuat dan memperluas sentra-sentra produksi tersebut.

Read online
File size337.02 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test