UNIBUNIB

Journal of Applied Linguistics and LiteratureJournal of Applied Linguistics and Literature

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan kurikulum Merdeka Belajar baru untuk mendukung perubahan yang diperlukan di abad ke-21, termasuk peningkatan literasi membaca bagi siswa Indonesia. Literasi membaca adalah komponen bangunan dasar bagi siswa dalam belajar. Hal ini mewakili kemampuan seseorang untuk membaca teks melalui proses kognitif dan metakognitif tingkat tinggi. Ia menggunakan informasi yang diperoleh dari pembacaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam berurusan dengan teks. Oleh karena itu, pembaca harus berinteraksi dengan informasi tertulis yang disajikan dalam satu atau lebih teks untuk tujuan tertentu. Selain itu, mereka harus memahami dan mengintegrasikan teks dengan pengetahuan pra-eksisting mereka untuk berinteraksi dengan apa yang mereka baca. Selanjutnya, mereka harus memeriksa sudut pandang atau opini penulis dan memutuskan apakah teks tersebut dapat dipercaya, benar, dan relevan dengan tujuan atau niat mereka.

Berdasarkan hasil dan diskusi, beberapa fakta baru muncul dari pengalaman guru.Pertama, dibandingkan dengan implementasi kurikulum 2013, mereka tidak hanya melihat implementasi kurikulum Merdeka Belajar sebagai keunggulan, tetapi juga kekurangan.Bahkan, beberapa dari mereka menganggapnya biasa-biasa saja atau belum memahami kurikulum dengan baik.Kedua, ketika menerapkan kurikulum saat ini, guru mengembangkan strategi untuk meningkatkan literasi membaca dan minat siswa.Mereka mulai dengan menyediakan berbagai bahan, merancang aktivitas pembelajaran yang menyenangkan tetapi mendalam, bervariasi dalam penilaian, dan membangun sudut baca dengan buku menarik untuk dibaca.Ketiga, setelah satu tahun implementasi, literasi membaca siswa cenderung tetap sama, meskipun ada peningkatan sedikit pada beberapa siswa.Hal ini disebabkan karena guru masih mengalami masalah terkait kurikulum, sekolah, dan waktu.Singkatnya, implementasi kurikulum Merdeka Belajar tidak dapat benar-benar meningkatkan literasi membaca siswa.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran dapat diberikan untuk meningkatkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar dalam aspek pengetahuan, penggunaan teknologi, dan sintaksis pembelajaran. Guru harus mempelajari lebih lanjut tentang pendekatan pembelajaran diferensiasi dan klasifikasi siswa berdasarkan tingkat dan kecepatan mereka karena hal ini merupakan inovasi dalam implementasi kurikulum saat ini. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengevaluasi pemahaman guru tentang kurikulum Merdeka Belajar atau menyelidiki literasi membaca siswa setelah setidaknya tiga tahun implementasi kurikulum Merdeka Belajar. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi strategi guru dalam meningkatkan literasi membaca dan minat siswa, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi kurikulum Merdeka Belajar.

  1. The Use of Genre-Based Approach (GBA) in Teaching Reading Comprehension in Terms of Skimming | Inspiring:... ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/inspiring/article/view/2621The Use of Genre Based Approach GBA in Teaching Reading Comprehension in Terms of Skimming Inspiring ejurnal iainpare ac index php inspiring article view 2621
  2. 0. scitepress publication details scitepress.org/Link.aspx?doi=10.5220/00099118055305630 scitepress publication details scitepress Link aspx doi 10 5220 0009911805530563
  3. Journal of Applied Linguistics and Literature. merdeka belajar curriculum improve students reading literacy... ejournal.unib.ac.id/joall/article/view/32173Journal of Applied Linguistics and Literature merdeka belajar curriculum improve students reading literacy ejournal unib ac joall article view 32173
Read online
File size360.41 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test