E SIBERE SIBER

Siber International Journal of Sport EducationSiber International Journal of Sport Education

Saat ini organisasi tidak mengenal batas, dan setiap karyawan harus siap ditempatkan di mana saja, tempat yang baru dan berbeda dari lokasi asalnya. Akibatnya, memahami budaya lain serta kemampuan untuk hidup dan beradaptasi di berbagai bisnis dan budaya adalah salah satu keterampilan yang perlu dimiliki. Sementara itu, untuk menghadapi kondisi VUCA, setiap organisasi perlu berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kondisi ini membutuhkan pemimpin perubahan yang kompeten yang memahami budaya. Penelitian ini bertujuan untuk memeriksa peran yang dirasakan oleh pemimpin perubahan dalam setiap subkultur di Indonesia, yaitu: Aceh, Jawa, Bali, dan Papua, untuk mendapatkan wawasan tentang peran pemimpin perubahan di daerah tersebut, dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui Focused Group Discussion (FGD) dan In-Depth Interview (IDI) untuk mengumpulkan data. Peserta adalah karyawan dari Aceh (Sumatera), Yogyakarta (Jawa), Denpasar (Bali), dan Merauke (Papua). Analisis konten digunakan untuk menganalisis data berdasarkan kategorisasi. Hasil dari 97 peserta menunjukkan bahwa peran Pelatih berada di peringkat pertama, diikuti oleh Pengubah dan Pelopor Perubahan. Dengan mengetahui hasil ini, diharapkan akan memberikan wawasan bagi manajer SDM dan OD yang akan menerapkan program perubahan dan memperoleh komitmen karyawan di berbagai tempat dan budaya.

Beberapa faktor perlu dipahami oleh pemimpin perubahan yang mencari penerimaan dan komitmen dari pengikutnya.Yang pertama dan terpenting adalah memahami sisi manusia dari perubahan organisasi.Para pemimpin, dalam hal ini, harus mengartikulasikan visi perubahan organisasi.Konsep itu sendiri harus menantang untuk memotivasi orang lain.Gambaran juga harus selaras dan berkomitmen terhadap arah perubahan.Pembudidayaan budaya dan visi dapat mendukung perubahan yang direncanakan.Kedua, karena pemimpin bertanggung jawab untuk menetapkan konteks perubahan dalam organisasi, pemimpin perubahan harus memahami budaya dan perilaku perubahan.Ketiga, pemimpin perubahan harus menjadi model perilaku yang diinginkan yang diperlukan untuk perubahan.Mengimajinasikan, mengaktifkan, dan memungkinkan adalah strategi penting untuk mengumpulkan dukungan untuk inisiatif perubahan.Pemimpin juga harus memberikan konseling, mengajar, melatih, dan memberi penghargaan kepada karyawan saat mereka beradaptasi dan bergerak melalui proses perubahan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar para peneliti dan praktisi mempertimbangkan dampak budaya dalam implementasi perubahan organisasi. Penelitian ini juga mengusulkan model kepemimpinan baru yang merupakan hasil dari penelitian kualitatif selama tiga tahun. Model ini menunjukkan bahwa perubahan yang sukses memerlukan visi, pengarahan dan kepemimpinan perubahan organisasi, serta pemimpin yang berperan sebagai pelatih yang dapat memeluk orang dan menyesuaikan diri dengan budaya. Selain itu, penelitian ini merekomendasikan perluasan studi untuk budaya dan etnis yang berbeda di Indonesia, seperti Batak-Melayu, Minangkabau, Bugis-Makassar, Sunda Jawa Barat, yang dapat menjadi perwakilan dari orang Indonesia dari berbagai tempat di Indonesia.

Read online
File size471.07 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test