JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF

Journal of Earth KingdomJournal of Earth Kingdom

Bekas perairan pesisir Maros, yang meliputi kolam, estuari, dan laut terbuka, menunjukkan kondisi lingkungan yang beragam yang mempengaruhi produktivitas primer dan kepadatan fitoplankton. Memahami variasi ini penting untuk pengelolaan berkelanjutan ekosistem pesisir dan optimalisasi aktivitas akuakultur. Penelitian ini menganalisis produktivitas primer dan kepadatan fitoplankton di tiga ekosistem berbeda: kolam, estuari, dan laut di perairan pesisir Maros. Sampling dilakukan dengan pendekatan terestrifikasi, mengukur parameter lingkungan kunci seperti konsentrasi nutrisi, salinitas, dan suhu. Kepadatan fitoplankton diukur menggunakan mikroskopi, sedangkan produktivitas primer dinilai melalui teknik botol terang–gelap. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan dalam produktivitas primer dan kepadatan fitoplankton antar ekosistem. Kolam menunjukkan produktivitas primer tertinggi karena input nutrisi yang tinggi dari aktivitas antropogenik, sementara estuari menampilkan produktivitas moderat yang dipengaruhi oleh fluktuasi salinitas dan pencampuran nutrisi. Laut, meskipun memiliki produktivitas lebih rendah, menunjukkan kepadatan fitoplankton yang lebih tinggi berkat kondisi lingkungan yang stabil.

Analisis produktivitas primer dan kepadatan fitoplankton di kolam, estuari, dan laut di perairan pesisir Maros menunjukkan variasi signifikan antar situs.Kolam memiliki produktivitas primer tertinggi karena kandungan nutrisi tinggi dari aktivitas antropogenik, sedangkan estuari menunjukkan produktivitas moderat akibat pencampuran air tawar dan laut yang mempengaruhi fluktuasi salinitas.Laut memiliki produktivitas primer lebih rendah namun kepadatan fitoplankton lebih beragam karena kondisi lingkungan yang stabil.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak pergerakan spesies fitoplankton pada siklus nutrisi di estuari dan kolam seiring perubahan salinitas serta melihat pengaruh varian nutrisi secara perlahan terhadap produktivitas primer; selain itu, studi perbandingan jangka panjang di berbagai musim dapat memperjelas dinamika fluktuasi produktivitas primer dan kepadatan fitoplankton; serta penelitian mengenai potensi penerapan biokontrol atau penanaman makroalga di ekosistem kolam dapat menilai strategi mitigasi polusi nutrisi yang berkelanjutan.

  1. Seven Good Reasons for Integrating Terrestrial and Marine Spatial Datasets in Changing Environments.... doi.org/10.3390/w12082221Seven Good Reasons for Integrating Terrestrial and Marine Spatial Datasets in Changing Environments doi 10 3390 w12082221
  2. Kondisi arus permukaan di perairan pantai: pengamatan dengan metode Lagrangian | JOURNAL OF CAPTURE FISHERIES... doi.org/10.35800/jitpt.1.3.2013.2539Kondisi arus permukaan di perairan pantai pengamatan dengan metode Lagrangian JOURNAL OF CAPTURE FISHERIES doi 10 35800 jitpt 1 3 2013 2539
  3. ANALISIS PRODUKTIVITAS PRIMER DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARI DAERAH BANCARAN KECAMATAN... journal.trunojoyo.ac.id/juvenil/article/view/9824ANALISIS PRODUKTIVITAS PRIMER DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN ESTUARI DAERAH BANCARAN KECAMATAN journal trunojoyo ac juvenil article view 9824
Read online
File size454.71 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test