USMUSM

Indonesian Journal of Spatial PlanningIndonesian Journal of Spatial Planning

Taman Kota Weleri di Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal merupakan taman yang letaknya strategis di pusat kota serta kelengkapan fasilitas, seperti lapangan serbaguna, taman bermain anak, jalur lari, dan halte transportasi umum. Keberadaan fasilitas tersebut mendorong masyarakat untuk datang ke taman tersebut untuk melakukan berbagai aktivitas. Tujuan penelitian adalah memetakan bagaimana ruang digunakan sesuai kebutuhan dan preferensi pengunjung. Metode yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif melalui observasi dan pemetaan perilaku, dengan pembagian taman ke dalam lima zona: parkir, jual beli, bermain, olahraga, dan bersantai. Hasil menunjukkan ragam aktivitas yang menonjol, terutama bersosialisasi dalam lingkup keluarga dan pertemanan, diikuti kegiatan olahraga yang memuncak pada pagi dan sore hari, serta permainan anak yang didukung fasilitas yang tersedia. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa taman memberi manfaat fisik, sosial, dan psikologis sebagai ruang relaksasi, interaksi, dan penguatan komunitas. Namun, keterbatasan fasilitas dan isu kebersihan masih menjadi tantangan, sehingga diperlukan peningkatan pengelolaan oleh pemangku kepentingan setempat.

Dari hasil penelitian mengenai pola aktivitas pengunjung dalam pemanfaatan ruang terbuka publik di Taman Kota Weleri dengan metode behavioral mapping maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut.Pembagian zona ini membantu dalam mengorganisir aktivitas pengunjung dan memaksimalkan penggunaan ruang terbuka publik.Pengunjung Taman Kota Weleri terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak, dewasa, dan lanjut usia.Aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung bervariasi tergantung pada waktu kunjungan.Aktivitas dominan seperti pacaran dan makan/minum pada malam hari mencerminkan fungsi sosial taman sebagai tempat berkumpul dan bersosialisasi.Dengan langkah-langkah perbaikan yang disarankan, taman diharapkan menjadi ruang terbuka publik yang lebih baik, aman, inklusif, dan menarik bagi semua kalangan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi preferensi pengunjung terhadap zona tertentu di taman, misalnya melalui survei atau wawancara mendalam. Hal ini dapat membantu dalam merancang tata ruang yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pengunjung. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan taman terhadap masyarakat sekitar, seperti peningkatan pendapatan pedagang kaki lima atau peningkatan interaksi sosial antar warga. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan taman, misalnya melalui sistem pemantauan aktivitas pengunjung atau aplikasi informasi wisata. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran dan manfaat taman sebagai ruang terbuka publik, serta dapat memberikan masukan bagi pengembangan taman yang lebih berkelanjutan dan inklusif.

  1. Jurnal Arsitektur KOMPOSISI. pola aktivitas ruang terbuka publik kawasan taman fatahillah jakarta jurnal... doi.org/10.24002/jars.v11i6.1360Jurnal Arsitektur KOMPOSISI pola aktivitas ruang terbuka publik kawasan taman fatahillah jakarta jurnal doi 10 24002 jars v11i6 1360
  2. ANALISIS PENGARUH TRANSFORMASI SPASIAL TERHADAP BEHAVIOR PATTERN PADA WILAYAH PESISIR DI KAMPUNG TUA... doi.org/10.37253/jad.v3i2.7448ANALISIS PENGARUH TRANSFORMASI SPASIAL TERHADAP BEHAVIOR PATTERN PADA WILAYAH PESISIR DI KAMPUNG TUA doi 10 37253 jad v3i2 7448
  3. IDENTIFIKASI POLA AKTIVITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAMPUNG GAMPINGAN KOTA YOGYAKARTA | Nature:... doi.org/10.24252/nature.v7i2a6IDENTIFIKASI POLA AKTIVITAS PADA RUANG TERBUKA PUBLIK DI KAMPUNG GAMPINGAN KOTA YOGYAKARTA Nature doi 10 24252 nature v7i2a6
Read online
File size497.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test