UNWAHAUNWAHA
EDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiEDUSCOPE: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran, dan TeknologiTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik peserta didik SMP dengan menerapkan model pembelajaran auditory intellectually repetition (AIR). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group desaign. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX MTs Diponegoro tahun pelajaran 2021/2022. Jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random assignment. Adapun untuk sampel penelitian dipilih dua kelas, yaitu kelas IX A sebagai kelas kontrol dan kelas IX B sebagai kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi dan tes. Lembar observasi digunakan untuk mengetahui kesuaian pembelajaran di kelas dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR). Instrumen tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal uraian untuk mengukur kemampuan penalaran dan komunikasi matematik peserta didik. Data yang diperoleh diolah dengan dua program pengolahan data statistik yaitu SPSS dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran kelas eksperimen berada pada klasifikasi sedang dan kelas kontrol berada pada klasifikasi rendah. Sedangkan untuk peningkatan kemampuan komunikasi matematik kelas eksperimen berada pada klasifikasi sedang dan kelas kontrol berada pada klasifikasi rendah. Sehingga model pembelajaran auditory intellectually repetition (AIR) dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan komunikasi matematik peserta didik.
Model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) secara signifikan meningkatkan kemampuan penalaran matematika pada siswa SMP.Selain itu, penerapan AIR juga berhasil meningkatkan kemampuan komunikasi matematik siswa.Dengan demikian, AIR dapat dianggap sebagai alternatif efektif untuk memperbaiki kompetensi matematika di sekolah menengah pertama.
Berdasarkan temuan penelitian ini, saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada (1) mengevaluasi efektivitas model AIR dalam konteks pembelajaran matematika pada tingkatan kelas yang lebih luas, misalnya kelas X dan XI, untuk mengetahui konsistensi peningkatan kemampuan; (2) meneliti reaksi dan persepsi siswa terhadap penggunaan pendekatan auditory secara komparatif dengan metode pembelajaran visual atau kinestetik, guna menentukan kombinasi metode yang paling memotivasi dan meningkatkan hasil belajar; (3) memodelkan faktor-faktor individual seperti tingkat penguasaan konsep dasar, minat belajar, dan gaya belajar, dan menginvestigasi bagaimana variabel-variabel tersebut memoderasi dampak model AIR terhadap prestasi matematika, sehingga dapat dihasilkan rekomendasi kurikulum yang lebih terpersonalisasi.
| File size | 176.15 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
UNWAHAUNWAHA Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematikaDapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang kreatif dan relevan secara budaya mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan prestasi matematika
IKIPWIDYADARMASURABAYAIKIPWIDYADARMASURABAYA Subjek sebanyak 43 siswa kelas IX serta prosedur dalam pengkajian ini memanfaatkan metode angket dan dokumentasi yang menggambarkan data prestasi belajarSubjek sebanyak 43 siswa kelas IX serta prosedur dalam pengkajian ini memanfaatkan metode angket dan dokumentasi yang menggambarkan data prestasi belajar
AKSARAGLOBALAKSARAGLOBAL Data diperoleh dari tes instrumen yang meliputi 3 soal tentang pola bilangan dan interpretasinya. Masalah bahasa, matematika, dan indikator masih menjadiData diperoleh dari tes instrumen yang meliputi 3 soal tentang pola bilangan dan interpretasinya. Masalah bahasa, matematika, dan indikator masih menjadi
UNUHAUNUHA Terdapat 3 indikator Self-Regulated Learning dalam belajar matematika sekolah, yaitu 1) individu merancang proses belajar matematika sesuai pola belajarnyaTerdapat 3 indikator Self-Regulated Learning dalam belajar matematika sekolah, yaitu 1) individu merancang proses belajar matematika sesuai pola belajarnya
MAHADEWAMAHADEWA Peningkatan ini terjadi karena model inkuiri mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaan dan menemukan konsep baru. Dengan demikian,Peningkatan ini terjadi karena model inkuiri mendorong siswa bekerja sama dalam kelompok untuk melakukan percobaan dan menemukan konsep baru. Dengan demikian,
MAHADEWAMAHADEWA Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dari rata-rata awal 75,54Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta didik mengikuti proses pembelajaran dari rata-rata awal 75,54
MAHADEWAMAHADEWA Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas. Objek penelitiannya adalah pembelajaran menulis puisi, subjek penelitiannya siswa kelas XI IPS 1 MANPenelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas. Objek penelitiannya adalah pembelajaran menulis puisi, subjek penelitiannya siswa kelas XI IPS 1 MAN
MAHADEWAMAHADEWA Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa, terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi,Kecakapan atau kemahiran matematika merupakan bagian dari kecakapan hidup yang harus dimiliki siswa, terutama dalam pengembangan penalaran, komunikasi,
Useful /
UNWAHAUNWAHA Sehingga dapat disimpulkan bahwa produk dapat dikembangkan dan di implementasikan di sekolah MAN 10 Jombang. Berdasarkan hasil proses RPP Inspiratif pendekatanSehingga dapat disimpulkan bahwa produk dapat dikembangkan dan di implementasikan di sekolah MAN 10 Jombang. Berdasarkan hasil proses RPP Inspiratif pendekatan
UNWAHAUNWAHA Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran matematika menggunakan OBS Studio Video maker untum meningkatkan minat belajar siswa SMKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran matematika menggunakan OBS Studio Video maker untum meningkatkan minat belajar siswa SMK
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penetasan telur di sarang semi-alami mencapai 80,23%. Persentase penetasan tertinggi adalah 86,36%,Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan penetasan telur di sarang semi-alami mencapai 80,23%. Persentase penetasan tertinggi adalah 86,36%,
MAHADEWAMAHADEWA penelitian dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi, serta refleksi disetiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkanpenelitian dilaksanakan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi, serta refleksi disetiap siklusnya. Hasil penelitian menunjukkan