NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE
Journal of Profession EducationJournal of Profession EducationPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan: 1) perencanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta, 2) pelaksanaan kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta, dan 3) pengendalian kedisplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Perencanaan kedisplinan siswa dilakukan melalui identifikasi permasalahan menunjukkan siswa sering terlambat sekolah. Penentuan ide dan gagasan ditunjukkan dengan rapat kepala sekolah dengan semua jajaran guru yang menetapkan program inovasi “Menu Sarapan Pagi Palaska yang bersifat suka rela dan tidak mengeksploitasi siswa. Koordinasi dan pembuatan kebijakan dengan menerbitkan Surat Keputusan Tim, membuat desain, menyiapkan sarana prasarana, dan sosialisasi. 2) Pelaksanaan kedisplinan siswa dilakukan dengan menata kehidupan bersama melalui sosialisasi program, guru memberikan contoh taat tata tertib sekolah dan menjaga hubungan baik dengan siswa. Penanaman rasa keikhlasan bagi siswa, penyadaran kepada siswa untuk lebih disiplin, guru memberikan perhatian kepada siswa yang mengalami masalah dan membantu mengatasinya, komunikasi dengan orang tua siswa, memberikan hukuman bagi pelanggar kedisiplinan secara tegas berdasarkan waktu keterlambatan dan mengandung unsur pembelajaran. Menciptakan lingkungan yang kondusif dengan mengajak semua guru menjadi teladan bagi siswa. 3) Pengendalian kedisplinan siswa dilakukan melalui disiplin kelas, mengajak siswa menjaga kebersihan dan membuat jadwal piket harian, melakukan tindakan pencegahan dengan upaya saling mengingatkan, sosialisasi dengan memasang tata tertib sekolah, mengajak semua komponen sekolah taat tata tertib sekolah sebagai kebiasaan harian, menjalin hubungan dengan siswa dan kerjasama dengan keluarga siswa.
Perencanaan kedisiplinan siswa di SMP Negeri 14 Surakarta dilakukan melalui identifikasi permasalahan, penentuan ide dan gagasan, dan koordinasi dan pembuatan kebijakan.Pelaksanaan kedisplinan siswa dilakukan dengan menata kehidupan bersama, membangun kepribadian, pemaksaan, hukuman, dan menciptakan lingkungan yang kondusif.Pengendalian kedisplinan siswa dilakukan melalui disiplin kelas, mengembangkan disiplin di kelas, penanggulangan pelanggaran disiplin, dan membentuk disiplin sekolah.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas program Menu Sarapan Pagi Palaska dalam jangka waktu yang lebih panjang untuk melihat dampaknya terhadap penurunan tingkat keterlambatan siswa secara berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi kedisiplinan siswa, seperti peran orang tua, lingkungan sosial, dan pengaruh teman sebaya, serta bagaimana faktor-faktor tersebut dapat diintegrasikan dalam program bimbingan dan konseling sekolah. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pendekatan disiplin positif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam merumuskan aturan dan konsekuensi, sehingga menciptakan rasa tanggung jawab dan kepemilikan terhadap norma-norma sekolah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan sekolah dapat mengembangkan strategi disiplin yang lebih komprehensif, efektif, dan berkelanjutan, yang tidak hanya mengurangi pelanggaran, tetapi juga membentuk karakter siswa yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia.
| File size | 170.24 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan sebaya terhadap peningkatan motivasi orang tua untuk memenuhi gizi seimbang bagi siswaPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan sebaya terhadap peningkatan motivasi orang tua untuk memenuhi gizi seimbang bagi siswa
BSIBSI Informasi-informasi tersebut bahkan sering tidak terbaca karena tertutup oleh komentar dari sesama anggota di Group WhatApp. Jangkauan Informasi yang sangatInformasi-informasi tersebut bahkan sering tidak terbaca karena tertutup oleh komentar dari sesama anggota di Group WhatApp. Jangkauan Informasi yang sangat
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Sekolah katolik dipandang tidak hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai mitra pendidikan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual,Sekolah katolik dipandang tidak hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai mitra pendidikan keluarga dalam menanamkan nilai-nilai moral, spiritual,
YPSMYPSM Sampel dalam penelitian ini adalah 74 orang atau seluruh populasi, jadi penelitian ini disebut sebagai penelitian populasi. Data dianalisis dengan menggunakanSampel dalam penelitian ini adalah 74 orang atau seluruh populasi, jadi penelitian ini disebut sebagai penelitian populasi. Data dianalisis dengan menggunakan
MALAHAYATIMALAHAYATI Meningkatkan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), konseling upaya berhenti merokok kepada perokok aktif dan menambah kegiatan ekstrakulikuler siswa.Meningkatkan Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR), konseling upaya berhenti merokok kepada perokok aktif dan menambah kegiatan ekstrakulikuler siswa.
LITERASISAINSLITERASISAINS Selain itu, guru-guru juga diperkenalkan dengan metode pembelajaran berbaur (blended learning) dan mereka juga dilatih untuk mendesain bahan ajar digitalSelain itu, guru-guru juga diperkenalkan dengan metode pembelajaran berbaur (blended learning) dan mereka juga dilatih untuk mendesain bahan ajar digital
STAINUPASTAINUPA Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengolahan data, hasil temuan disajikan dalam bentuk deskriptifPengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Setelah dilakukan pengolahan data, hasil temuan disajikan dalam bentuk deskriptif
AINARAPRESSAINARAPRESS Faktor yang menghambat pembaca permulaan siswa di kelas 2 yaitu faktor anak yang belum mengenal huruf (daya ingat yang lemah) dan kurangnya bimbingan orangFaktor yang menghambat pembaca permulaan siswa di kelas 2 yaitu faktor anak yang belum mengenal huruf (daya ingat yang lemah) dan kurangnya bimbingan orang
Useful /
STAINUPASTAINUPA Pendidikan anak usia dini membantu sebagian besar siswa membaca hijaiyah. Guru perempuan membimbing siswa usia 5-6 tahun di Madrasah Al-Fattahu DiniyahPendidikan anak usia dini membantu sebagian besar siswa membaca hijaiyah. Guru perempuan membimbing siswa usia 5-6 tahun di Madrasah Al-Fattahu Diniyah
STAINUPASTAINUPA Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual sehingga memerlukan pembelajaran yang tepat untuk menumbuhkan kemandirianAnak Berkebutuhan Khusus (ABK) Tunagrahita memiliki keterbatasan intelektual sehingga memerlukan pembelajaran yang tepat untuk menumbuhkan kemandirian
STAINUPASTAINUPA Penelitian ini mengkaji pengaruh fitnah terhadap perilaku Gen Z, dengan fokus pada tingginya penggunaan media sosial selama pandemi COVID-19 yang mempercepatPenelitian ini mengkaji pengaruh fitnah terhadap perilaku Gen Z, dengan fokus pada tingginya penggunaan media sosial selama pandemi COVID-19 yang mempercepat
UMCUMC Biasanya warga Desa menyambut dengan suka ria. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan latar belakang adanya tradisi Grebeg Sura di Desa PanggungrejoBiasanya warga Desa menyambut dengan suka ria. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan latar belakang adanya tradisi Grebeg Sura di Desa Panggungrejo