UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry
Bunayya : Jurnal Pendidikan AnakBunayya : Jurnal Pendidikan AnakOrangtua mengabadikan tingkah laku anaknya dalam foto dan video adalah sebuah hal yang biasa. Jika dulu seluruh foto dan video hanya dilihat oleh orangtua serta keluarga dekat maka sekarang foto dan video tersebut menjadi konsumsi publik. Media sosial ramai dengan unggahan foto dan video tentang anak usia dini. Konten yang diunggah ini menjadi jejak digital bagi anak. Era digital secara dramatis menggeser konteks pribadi ke konteks publik. Pergeseran ini menjadi perhatian 15 orang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menganalisis jejak digital anak usia dini sebagai sebuah dilema. Di satu sisi, unggahan konten tentang anak di media sosial dilihat sebagai bentuk mengikuti tren dan di sisi lain bertentangan dengan hak anak untuk mendapatkan privasi. Kajian kualitatif ini menggunakan metode wawancara semi struktur dan bertujuan untuk menganalisis fenomena jejak digital anak usia dini di era digital ini. Teknologi digital saat ini sering dianggap sebagai ruang untuk membentuk, mewakili, dan mengekspresikan identitas. Namun dalam konteks anak usia dini, ruang tersebut perlu digunakan dengan baik agar tidak memberikan implikasi negatif bagi anak di masa depan dan yang lebih penting lagi menghormati hak anak. Di era digital ini, ketergantungan terhadap teknologi digital terus berkembang dan kita harus bijaksana menggunakannya untuk kepentingan terbaik anak.
Orangtua senang berbagi cerita tentang anak mereka melalui unggahan foto dan video di media sosial, yang berpotensi menjadi jejak digital sejak usia dini.Jejak digital tersebut dapat melanggar hak anak atas privasi karena dibentuk tanpa partisipasi dan persetujuan mereka.Oleh karena itu, orangtua memiliki tanggung jawab besar untuk memilah konten yang diunggah serta mempertimbangkan dampak jangka panjang demi kepentingan terbaik anak.
Pertama, perlu diteliti bagaimana anak usia dini memahami identitas digital mereka ketika mulai mengakses media sosial di usia lebih besar, untuk mengetahui dampak psikologis dari jejak digital yang sudah ada sejak bayi. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas pendekatan edukatif kepada orangtua tentang literasi digital dan hak anak melalui program sekolah atau komunitas, agar keputusan mengunggah konten anak lebih bijaksana dan berbasis pemahaman hukum serta etika. Ketiga, perlu dikaji bagaimana kebijakan platform media sosial dapat dirancang untuk melindungi anak secara proaktif, misalnya dengan fitur persetujuan otomatis dari anak saat mencapai usia tertentu untuk konten yang diunggah tentang mereka sejak kecil, sehingga partisipasi anak dalam kontrol identitas digitalnya dapat diwujudkan secara teknologi. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi perlindungan anak yang lebih komprehensif di ruang digital, dengan melibatkan tiga aspek penting: pemahaman anak, edukasi orangtua, dan inovasi teknologi platform. Semua upaya ini harus berpusat pada kepentingan terbaik anak sebagai prinsip utama dalam dunia digital yang terus berkembang.
| File size | 241.81 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UMPRUMPR Dinamika aturan batasan usia minimal pernikahan di Indonesia mengalami perubahan signifikan pasca diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sebagaiDinamika aturan batasan usia minimal pernikahan di Indonesia mengalami perubahan signifikan pasca diberlakukannya Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 sebagai
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Selain itu, tokoh masyarakat juga perlu memiliki komitmen untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak. Tokoh masyarakat perlu menyadari pentingnya nilaiSelain itu, tokoh masyarakat juga perlu memiliki komitmen untuk menanamkan nilai moral kepada anak-anak. Tokoh masyarakat perlu menyadari pentingnya nilai
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok wanita tani dalam pemanfaatan Program Pekarangan Pangan Lestari atau P2L. Pekarangan PanganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kelompok wanita tani dalam pemanfaatan Program Pekarangan Pangan Lestari atau P2L. Pekarangan Pangan
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Pelatihan keterampilan Interpersonal Skill merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan nonformal Polri. Kegiatan pelatihan ini memberikan manfaatPelatihan keterampilan Interpersonal Skill merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan nonformal Polri. Kegiatan pelatihan ini memberikan manfaat
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Sampel yang diambil berjumlah 5 anak, terdiri dari anak-anak berumur sepuluh tahun di kelas Salahudin Al Ayubi TPQ Majis Darut Tauhid Al Ihsan Padalarang.Sampel yang diambil berjumlah 5 anak, terdiri dari anak-anak berumur sepuluh tahun di kelas Salahudin Al Ayubi TPQ Majis Darut Tauhid Al Ihsan Padalarang.
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI (4) Evaluasi Product program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup ketercapaian tujuan program, hasil belajar/output,(4) Evaluasi Product program pendidikan kecakapan wirausaha food and beverage di SKB Purwokerto mencakup ketercapaian tujuan program, hasil belajar/output,
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Hal ini membuat para orang tua harus lebih dapat beradaptasi terhadap teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk melihat persepsi orang tua masa kini dalamHal ini membuat para orang tua harus lebih dapat beradaptasi terhadap teknologi. Tujuan penelitian adalah untuk melihat persepsi orang tua masa kini dalam
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan program pendampingan UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwaPenelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pemangku kebijakan dalam mengembangkan program pendampingan UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
Useful /
UMPRUMPR Standar Operasional Prosedur (SOP) memegang peranan penting sebagai pedoman untuk tetap menjaga konsistensi dan akuntabilitas pelaksanaan serta integritasStandar Operasional Prosedur (SOP) memegang peranan penting sebagai pedoman untuk tetap menjaga konsistensi dan akuntabilitas pelaksanaan serta integritas
UMPRUMPR Hasilnya menunjukkan bahwa Dekranasda, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan Dinas Perdagangan berperan strategis, sementara WWF menjaga aspek lingkungan.Hasilnya menunjukkan bahwa Dekranasda, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan Dinas Perdagangan berperan strategis, sementara WWF menjaga aspek lingkungan.
UMPRUMPR Perladangan tradisional masyarakat Dayak Kalimantan Tengah merupakan sistem sosiokultural kompleks yang memadukan nilai ekologis, sosial, dan budaya. PraktikPerladangan tradisional masyarakat Dayak Kalimantan Tengah merupakan sistem sosiokultural kompleks yang memadukan nilai ekologis, sosial, dan budaya. Praktik
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Dan hanya berinteraksi dengan teman sekelasnya saja. Hal ini disebabkan oleh jadwal bermain yang terbatas dan fokus pembelajaran yang lebih menonjolkanDan hanya berinteraksi dengan teman sekelasnya saja. Hal ini disebabkan oleh jadwal bermain yang terbatas dan fokus pembelajaran yang lebih menonjolkan