UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry

Bunayya : Jurnal Pendidikan AnakBunayya : Jurnal Pendidikan Anak

Perkembangan Perilaku Sosial Anak merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Kemampuan sosial anak dapat diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya. Pada keterampilan sosial ini akan menampilkan dalam bentuk perilaku, perbuatan, sikap yang ditampilkan oleh individu ketika berinteraksi dengan baik pada temannya itu juga sangat berpengaruh pada lingkungan sosialnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan sosial dengan sampel penelitian yang peneliti lakukan yaitu anak-anak kelas kelompok B sebanyak 4 kelas dengan masing-kelas ada 11 orang anak, guru kelas, dan kepala sekolah TK Ibnu Taimiyah Bukittinggi. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Dimana pada penelitian ini berproses pada memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang peneliti sajikan dalam bentuk kata-kata. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial anak usia 5-6 tahun di TK Ibnu Taimiyah Bukittinggi adalah kurangnya interaksi anak-anak dengan teman-temannya, karena anak-anak hanya bermain dengan teman sekelasnya saja. Sedangkan untuk bermain diluar kelas anak-anak ketika bermain tidak bergabung dengan kelas lainnya. Dan hanya berinteraksi dengan teman sekelasnya saja.

Hal ini disebabkan oleh jadwal bermain yang terbatas dan fokus pembelajaran yang lebih menonjolkan aspek keagamaan dan tahfidz.Oleh karena itu, penting bagi pihak sekolah untuk meningkatkan interaksi sosial anak melalui berbagai kegiatan yang melibatkan interaksi dengan anak-anak dari kelas lain.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial anak di lingkungan sekolah, seperti pengaruh metode pembelajaran, lingkungan fisik, dan peran guru. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat interaksi sosial anak secara lebih objektif dan membandingkannya dengan standar perkembangan yang ada. Ketiga, penelitian tindakan kelas dapat dilakukan untuk menguji efektivitas berbagai intervensi dalam meningkatkan interaksi sosial anak, seperti penerapan model pembelajaran kooperatif atau peningkatan fasilitas bermain yang mendukung interaksi antar anak. Dengan menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi interaksi sosial anak dan menguji efektivitas berbagai intervensi, diharapkan dapat ditemukan strategi yang efektif untuk meningkatkan perkembangan sosial anak di lingkungan sekolah.

Read online
File size681.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test