KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

Penelitian ini menganalisis pengaruh iklim komunikasi organisasi dan job crafting terhadap kinerja karyawan, dengan keterikatan kerja sebagai variabel mediasi di PT Muara Riau. Berdasarkan teori Pertukaran Sosial dan Teori Tuntutan-Sumber Daya Kerja, penelitian ini menyoroti peran pertukaran sosial dan sumber daya kerja dalam mendorong keterikatan dan kinerja. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan SEM-PLS melalui SmartPLS 4, data dikumpulkan dari 220 karyawan dengan masa kerja minimal satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim komunikasi organisasi dan job crafting secara signifikan memengaruhi keterikatan kerja dan kinerja karyawan. Keterikatan kerja juga secara signifikan memengaruhi kinerja dan memediasi hubungan antara variabel independen dan kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi yang suportif dan job crafting yang proaktif meningkatkan kinerja secara langsung dan tidak langsung melalui peningkatan keterikatan kerja, yang menekankan pentingnya faktor psikologis dan perilaku dalam strategi SDM yang berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa iklim komunikasi organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, job crafting berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dan keterikatan kerja berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara iklim komunikasi organisasi dan kinerja karyawan.Dengan demikian, organisasi perlu membangun iklim komunikasi yang sehat dan mendorong praktik job crafting untuk meningkatkan kinerja karyawan secara optimal.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi peran kepemimpinan transformasional dalam memoderasi hubungan antara iklim komunikasi organisasi dan keterikatan kerja. Hal ini penting karena gaya kepemimpinan dapat memengaruhi bagaimana karyawan merasakan dukungan dan motivasi dari organisasi. Kedua, penelitian dapat meneliti dampak job crafting terhadap inovasi karyawan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya organisasi dan dukungan dari rekan kerja. Inovasi merupakan kunci keberhasilan perusahaan di era persaingan yang ketat, sehingga pemahaman tentang bagaimana job crafting dapat mendorong inovasi akan sangat berharga. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana karakteristik demografis karyawan (seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan) memengaruhi respons mereka terhadap intervensi job crafting. Dengan memahami perbedaan ini, organisasi dapat merancang program job crafting yang lebih personal dan efektif. Ketiga saran ini saling terkait dan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana organisasi dapat meningkatkan kinerja karyawan melalui pengelolaan komunikasi, pengembangan diri, dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan kerja.

  1. Employee Engagement, Satisfaction and Loyalty: Preliminary Findings | Atlantis Press. employee engagement... atlantis-press.com/proceedings/piceeba-19/125918411Employee Engagement Satisfaction and Loyalty Preliminary Findings Atlantis Press employee engagement atlantis press proceedings piceeba 19 125918411
  2. Job Demands–Resources Theory - Bakker - Major Reference Works - Wiley Online Library. job demands... doi.org/10.1002/9781118539415.wbwell019Job DemandsyAAAeResources Theory Bakker Major Reference Works Wiley Online Library job demands doi 10 1002 9781118539415 wbwell019
  3. The Impact of Personal Resources and Job Crafting Interventions on Work Engagement and Performance -... doi.org/10.1002/HRM.21758The Impact of Personal Resources and Job Crafting Interventions on Work Engagement and Performance doi 10 1002 HRM 21758
Read online
File size435.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test