169169

AWILARASAWILARAS

Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk membahas dan mengkritisi penggunaan bebunyian kultural ganrang paballe dalam konteks ritual pernikahan masyarakat Makassar. Data yang diperoleh berdasarkan observasi dan analisis literatur menunjukkan adanya perbedaan pola tabuhan ganrang paballe jika digunakan dalam pernikahan kalangan karaeng, anak karaeng paninik, dan tau samarak. Berdasarkan konsep pemikiran Bourdieu, hal ini merupakan strategi distinction. Strategi ini digunakan oleh kalangan karaeng untuk melegitimasi dominasi relasi kuasanya terhadap kelas di bawahnya dalam konteks arena sosial.

Terdapat sistem relasi kekuasaan dalam pernikahan masyarakat Makassar, yang dapat dilihat dari penggunaan bebunyian kultural ganrang paballe.Keberadaannya dalam upacara tersebut tidak hanya sekadar kepentingan ritual, tetapi menjadi instrumen yang digunakan oleh kelas masyarakat atas sebagai strategi distinction.Strategi ini digunakan untuk melegitimasi dominasinya terhadap kelas di bawahnya dalam konteks arena sosial.Relasi kekuasaan ini bekerja secara halus dalam upaya membedakan pola, struktur, dan jumlah tabuhan ganrang paballe yang dimainkan pada setiap pernikahan dari golongan karaeng, anak karaeng paninik, dan tau samarak.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang strategi distinction dalam konteks pernikahan masyarakat Makassar, dengan fokus pada aspek-aspek seperti peran ganrang paballe dalam memperkuat identitas kelas sosial, pengaruhnya terhadap dinamika relasi kuasa, dan bagaimana strategi ini mempengaruhi persepsi dan pengalaman pernikahan bagi individu-individu dari berbagai kelas sosial. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana strategi distinction ini berinteraksi dengan aspek-aspek lain dalam pernikahan, seperti peran gender, peran keluarga, dan nilai-nilai budaya yang lebih luas.

Read online
File size371.87 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test