UKSWUKSW

Kelola: Jurnal Manajemen PendidikanKelola: Jurnal Manajemen Pendidikan

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan Project-Based Learning (PjBL) bagi guru menggunakan dua tingkat Model Kirkpatrick: Reaction dan Learning. Pelatihan ini penting untuk mempersiapkan guru dalam memenuhi tuntutan pendidikan abad ke-21, di mana guru berperan sebagai fasilitator yang mendorong partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran bermakna. Subjek penelitian terdiri dari 25 guru sekolah menengah pertama dan kejuruan dari Islamic Development Network Boarding School Solo yang mengikuti pelatihan Project-Based Learning (PjBL). Data dikumpulkan melalui kuesioner evaluasi (tingkat Reaction) dan tes pra-pasca (tingkat Learning). Data dianalisis secara kuantitatif. Evaluasi pada tingkat Reaction menunjukkan bahwa pelatihan dinilai sangat positif oleh peserta dengan skor rata-rata keseluruhan 4,21. Empat aspek, yaitu relevansi materi, fasilitator, metode pelatihan, dan fasilitas serta media, dinilai sebagai Sangat Baik. Sementara itu, aspek durasi pelatihan dan keterlibatan peserta dinilai sebagai Baik. Pada tingkat Learning, hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam skor pengetahuan peserta setelah pelatihan (rata-rata pretest = 50,20; rata-rata posttest = 84,80; sig. 0,000 < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang konsep dan implementasi Project-Based Learning (PjBL). Oleh karena itu, pelatihan Project-Based Learning (PjBL) terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan guru dan mendapat respons positif dari peserta. Evaluasi ini memberikan dasar yang berharga untuk mengembangkan program pelatihan guru yang lebih berdampak dan kontekstual, serta mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Hasil evaluasi terhadap pelatihan Project-Based Learning (PjBL) yang dilaksanakan di SMP-SMK IDN Boarding School Solo menunjukkan bahwa pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya pada dua level pertama dalam Model Evaluasi Kirkpatrick, yaitu Reaction dan Learning.Pada level Reaction, para peserta memberikan respons positif terhadap pelaksanaan pelatihan, khususnya pada aspek relevansi materi (4,34), kualitas fasilitator (4,42), metode dan aktivitas pelatihan (4,25), serta fasilitas dan media pendukung (4,40) yang semuanya berada pada kategori Sangat Baik.Meskipun demikian, aspek durasi pelatihan (3,85) dan keterlibatan peserta (4,00) masih berada dalam kategori Baik, menunjukkan perlunya optimalisasi pengelolaan waktu dan strategi peningkatan partisipasi aktif.Pada level Learning, terjadi peningkatan yang signifikan terhadap pemahaman guru mengenai konsep dan implementasi Project-Based Learning (PjBL).Rata-rata skor peserta meningkat dari 50,20 pada pretest menjadi 84,80 pada posttest, dengan hasil uji paired t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05).Ini menandakan bahwa pelatihan memberikan peningkatan pengetahuan peserta secara statistik.Secara keseluruhan, pelatihan ini dinilai efektif dalam meningkatkan kompetensi awal guru terkait Pembelajaran Berbasis Proyek, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.

Berdasarkan hasil evaluasi, disarankan untuk merancang program pelatihan guru yang lebih efektif dan kontekstual. Penelitian selanjutnya dapat mencakup evaluasi level Behavior dan Result, serta dilakukan secara longitudinal dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan peserta dari beragam latar belakang untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai efektivitas pelatihan Project-Based Learning (PjBL). Selain itu, perlu dipertimbangkan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih komprehensif, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan guru, tetapi juga pada perubahan perilaku mengajar dan dampak terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, pelatihan dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.

Read online
File size409.29 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test