POLTEKHARBERPOLTEKHARBER

PARAVISUAL : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan MultimediaPARAVISUAL : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Multimedia

Artikel ini berpusat pada proses desain pengalaman pengguna (user experience) pada aplikasi belajar mobile di perguruan tinggi dengan pendekatan Design Thinking. Proses desain diawali dengan sebuah pertanyaan terkait kebutuhan akan alat pendukung untuk membantu proses belajar di sebuah kelas. Penemuan solusi terhadap masalah tersebut dilakukan dengan menggunakan metodologi Design Thinking. Metodologi Design Thinking untuk menjawab pertanyaan tersebut dilakukan melalui proses desain dengan tiga fase, yaitu fase inspirasi, fase pengembangan ide dan fase implementasi. Di dalam proses yang dilakukan, identifikasi tujuan dan kebutuhan pengguna menjadi faktor penting yang dapat mendukung penemuan solusi yang memenuhi kebutuhan pengguna. Hasil dari proses desain yang dilakukan menegaskan bahwa Design Thinking memiliki peran sentral dan penting dalam menjawab kebutuhan pengguna serta mendorong tercapainya pemenuhan elemen-elemen user-experience pada objek yang diciptakan. Hal ini memperlihatkan bahwa pemenuhan elemen user-experience pada objek yang diciptakan dapat diwujudkan dengan diterapkannya metodologi Design Thinking pada proses penciptaan secara tepat untuk proses belajar di perguruan tinggi.

Berdasarkan hasil dan diskusi, dapat dilihat bahwa Design Thinking memiliki kontribusi yang penting terhadap studi kasus yang ditampilkan.Hal ini telah menjawab pertanyaan terkait penggunaan metodologi Design Thinking pada perguruan tinggi, khususnya pada sebuah kelas.Design Thinking melalui penerapannya sebagai sebuah metodologi yang mendorong penemuan solusi terhadap sebuah kebutuhan, telah berhasil membantu proses penciptaan objek desain berupa alat bantu belajar melalui prototype yang dibuat.Kemudian, dari hasil yang ditampilkan, diperlihatkan juga bahwa elemen-elemen user-experience telah terpenuhi dalam objek yang diciptakan melalui metodologi Design Thinking yang dijalankan.Dengan demikian, penggunaan metodologi Design Thinking secara tepat dapat mendorong terciptanya solusi terhadap kebutuhan alat bantu ajar di perguruan tinggi serta mendorong terpenuhinya elemen-elemen user-experience dalam objek yang diciptakan.

Berdasarkan temuan studi kasus ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada eksplorasi penerapan Design Thinking dalam konteks pembelajaran yang lebih luas, misalnya pengembangan aplikasi belajar yang dipersonalisasi berdasarkan gaya belajar individu mahasiswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas aplikasi yang dikembangkan dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa secara signifikan. Lebih lanjut, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pendekatan Design Thinking dengan metodologi pengembangan aplikasi lainnya, seperti Agile, untuk mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing pendekatan dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana Design Thinking dapat dioptimalkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif dan menarik bagi mahasiswa, serta memberikan kontribusi pada inovasi dalam dunia pendidikan.

  1. One moment, please.... one moment please wait request verified ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/paravisual/issue/view/170One moment please one moment please wait request verified ejournal poltektegal ac index php paravisual issue view 170
Read online
File size377.92 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test