UNJUNJ

JPUD - Jurnal Pendidikan Usia DiniJPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki praktik Didong sebagai bentuk musik tubuh dan perannya dalam proses enkulturasi anak-anak Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, Indonesia. Penelitian ini berfokus pada ruang sosial informal di mana anak-anak bermain dengan teman sebayanya. Untuk menganalisis bagaimana Didong berbasis tubuh menjadi media enkulturasi melalui pengalaman musik dan interaksi sosial spontan, digunakan pendekatan kualitatif berbasis etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan dialog informal dengan anak-anak berusia 5-10 tahun yang mempraktikkan Didong. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen ritmis seperti tepok tulu, tingkah, dan geretek dihasilkan melalui teknik bertepuk kedua telapak tangan secara bersama-sama dalam cara yang terorganisir secara kolektif. Melalui mekanisme imitasi teman sebaya, anak-anak dapat mereproduksi pola-pola musik, yang menginternalisasi identitas budaya Gayo secara terwujud. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi dengan mendekonstruksi pemahaman tentang musik tradisional dari sekadar pertunjukan formal menjadi sistem enkulturasi otonom pada kehidupan sehari-hari anak-anak. Temuan ini mengonfirmasi bahwa musik tubuh berfungsi sebagai ruang pedagogis informal yang penting untuk keberlanjutan tradisi lokal di luar lembaga pendidikan formal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik Didong pada anak-anak Gayo, yang merupakan aktivitas melibatkan permainan ritmis, merupakan sistem musik berbasis tubuh yang menjadi fondasi untuk reproduksi budaya yang berkelanjutan.Melalui penguasaan teknik tepok tulu, tingkah, dan geretek, anak-anak secara mandiri merekonstruksi struktur Didong tanpa intervensi orang dewasa.Temuan ini membuktikan bahwa tubuh berfungsi sebagai media kognitif dan sosial di mana identitas budaya Gayo diinternalisasi sejak usia dini melalui sensasi fisik dan suara.Penelitian ini memperluas wacana etnologi dengan memperkenalkan konsep musik tubuh lokal sebagai proses enkulturasi otonom.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi variasi dalam praktik musik tubuh pada kelompok usia yang berbeda, dengan fokus pada bagaimana perkembangan kognitif dan motorik memengaruhi kemampuan anak dalam memahami dan mempraktikkan Didong. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari keterlibatan musik pada perkembangan kognitif dan emosional anak-anak Gayo. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana praktik Didong dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai alternatif kontekstual untuk metode pembelajaran musik Barat, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya lokal dan potensi untuk memperkuat identitas sosio-kultural anak. Integrasi ini dapat dilakukan melalui pengembangan modul pembelajaran berbasis permainan tradisional yang melibatkan gerakan dan suara, serta pelatihan bagi guru PAUD untuk memfasilitasi proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

  1. FUNGSI DAN MULTIKULTURALISME DALAM SENI DIDONG PADA MASYRAKAT GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH | Afriadi |... doi.org/10.21831/imaji.v15i2.18296FUNGSI DAN MULTIKULTURALISME DALAM SENI DIDONG PADA MASYRAKAT GAYO KABUPATEN ACEH TENGAH Afriadi doi 10 21831 imaji v15i2 18296
  2. Peran Didong Gayo dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini | Inteligensia. peran didong... journal.iaintakengon.ac.id/index.php/itg/article/view/72Peran Didong Gayo dalam Menanamkan Nilai Agama dan Moral pada Anak Usia Dini Inteligensia peran didong journal iaintakengon ac index php itg article view 72
  3. Body Percussion Video: Rhythmic Learning for Elementary School Students | Sagala | Cinematology: Journal... ejournal.upi.edu/index.php/Cinematology/article/view/55252Body Percussion Video Rhythmic Learning for Elementary School Students Sagala Cinematology Journal ejournal upi edu index php Cinematology article view 55252
  4. Permainan Tradisional sebagai Media Efektif Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini : Literature Review... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/5949Permainan Tradisional sebagai Media Efektif Pengembangan Kreativitas Anak Usia Dini Literature Review obsesi index php obsesi article view 5949
Read online
File size534.05 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test