UNJUNJ

JPUD - Jurnal Pendidikan Usia DiniJPUD - Jurnal Pendidikan Usia Dini

Pembelajaran komunikasi matematika penting bagi perkembangan kognitif anak usia dini, namun sedikit penelitian yang meneliti bagaimana faktor-faktor perkembangan kognitif, motorik, dan afektif mempengaruhi keterampilan komunikasi matematika secara bersamaan. Penelitian ini meneliti pengaruh pemahaman konseptual, keterampilan motorik, dan antusiasme belajar terhadap komunikasi matematika anak usia dini. Metode kuantitatif eksplanatori dengan desain pretest‑posttest satu kelompok digunakan pada 159 anak berusia 4–6 tahun yang berpartisipasi di enam institusi Pendidikan Anak Usia Dini di Jawa dan Bali. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur empat variabel laten: pemahaman konseptual, keterampilan motorik, antusiasme belajar, dan keterampilan komunikasi matematika. Analisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan LISREL menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi keterampilan komunikasi matematika, dengan keterampilan motorik memiliki pengaruh terbesar. Hasil penelitian menyoroti pentingnya integrasi faktor kognitif, motorik, dan afektif dalam pengembangan kompetensi matematika pada anak usia dini.

Penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan motorik, pemahaman konseptual, dan antusiasme belajar secara signifikan memengaruhi keterampilan komunikasi matematika anak usia dini, dengan keterampilan motorik memiliki pengaruh terbesar.Hasil tersebut menegaskan pentingnya pendekatan holistik yang menggabungkan perkembangan motorik, kognitif, dan afektif dalam penyusunan kurikulum matematika pada tahap pendidikan anak usia dini.Implikasi praktisnya adalah bahwa pendidik sebaiknya menciptakan lingkungan belajar yang menstimulasi koordinasi motorik, pengembangan pemahaman konseptual, dan motivasi belajar untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika anak.

Berdasarkan temuan bahwa keterampilan motorik memiliki peranan paling kuat, peneliti berikutnya dapat bertanya apakah integrasi teknologi interaktif berbasis gerakan dapat memperkuat hubungan antara motorik dan komunikasi matematika, serta bagaimana hal tersebut memengaruhi perkembangan jangka panjang. Selanjutnya, dapat dipertimbangkan studi longitudinal yang memeriksa interaksi antara faktor afektif dan kognitif di berbagai konteks budaya untuk melihat apakah pola pengaruhnya konsisten secara lintas budaya. Terakhir, peneliti disarankan mengeksplorasi peran partisipasi orang tua dan lingkungan rumah dalam memperkuat motivasi belajar serta keterampilan motorik, sehingga dapat mengidentifikasi strategi intervensi holistik yang mendukung perkembangan komunikasi matematika pada anak usia dini.

  1. Developing Students' Mathematical Communication Skill in Junior High School with Various Level of... al-kindipublisher.com/index.php/bjtep/article/view/4743Developing Students Mathematical Communication Skill in Junior High School with Various Level of al kindipublisher index php bjtep article view 4743
  2. Relation between motor competence and academic achievement: the mediating role of fitness and cognition... medrxiv.org/content/10.1101/2024.11.21.24317694v1Relation between motor competence and academic achievement the mediating role of fitness and cognition medrxiv content 10 1101 2024 11 21 24317694v1
  3. Children's Drawings Speak: Comparing Sketch Features amongst Development Groups | Proceedings of... doi.org/10.1145/3628516.3659373Childrens Drawings Speak Comparing Sketch Features amongst Development Groups Proceedings of doi 10 1145 3628516 3659373
Read online
File size385.81 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test