PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA
Paediatrica IndonesianaPaediatrica IndonesianaLatar Belakang Henoch-Schönlein purpura (HSP) merupakan vaskulitis sistemik paling umum pada anak dan biasanya bersifat self-limited dengan prognosis yang baik. Namun, rekurensi pada anak-anak dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk, yaitu risiko lebih tinggi untuk berkembang menjadi penyakit ginjal kronis (PGK) sebagai komplikasi jangka panjang. Di Indonesia, angka rekurensi HSP dan prediktornya pada anak-anak belum diketahui dengan baik. Tujuan Untuk memperkirakan insidensi HSP rekuren dan menentukan prediktornya pada anak-anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Metode Tinjauan kohort retrospektif rekam medis diikuti anak-anak berusia <18 tahun di RSCM selama 6 bulan setelah diagnosis HSP berdasarkan kriteria EULAR/PRESS/PRINTO. Analisis regresi logistik Cox multivariat dan Kaplan-Meier dilakukan. Hasil Penelitian ini mencakup 116 anak berusia 2-17 tahun dengan HSP. Dua puluh enam (22,4%) subjek mengalami rekurensi, dengan insidensi 3,56 per 100.000 person-years. Satu-satunya prediktor yang signifikan secara statistik untuk rekurensi adalah adanya infeksi setelah episode pertama HSP (HR 11,301; 95%CI 4,327 hingga 29,519; P<0,001). Kelangsungan hidup kumulatif subjek dengan infeksi untuk rekurensi selama 6 bulan adalah 51%, dengan durasi kelangsungan hidup rata-rata 5,3 bulan (95%CI 4,76 hingga 5,99; P< 0,0001). Penyakit ginjal kronis, komplikasi jangka panjang HSP, ditemukan pada 22 (19%) peserta. Kesimpulan Rekurensi HSP diamati pada 22,4% subjek kami dalam tindak lanjut 6 bulan. Namun, subjek dengan riwayat infeksi setelah resolusi episode pertama HSP mereka harus diberi tahu tentang kemungkinan rekurensi. Penyakit ginjal kronis terjadi pada 22 peserta (19%), yang mungkin menjadi komplikasi jangka panjang HSP.
Rekurensi HSP diamati pada 22,4% subjek dalam periode tindak lanjut 6 bulan.Subjek dengan riwayat infeksi setelah resolusi episode pertama HSP harus mendapatkan informasi mengenai potensi rekurensi.Penyakit ginjal kronis terjadi pada 19% peserta, berpotensi menjadi komplikasi jangka panjang dari HSP.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian prospektif dengan periode tindak lanjut yang lebih lama diperlukan untuk lebih memahami pola rekurensi HSP dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Hal ini dapat dilakukan dengan merekrut kohort anak-anak yang didiagnosis dengan HSP dan memantau mereka secara berkala selama beberapa tahun untuk mendeteksi rekurensi dan mengidentifikasi prediktor baru. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi peran infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan, dalam memicu rekurensi HSP. Penelitian ini dapat melibatkan analisis mendalam terhadap jenis patogen yang terlibat, mekanisme imunologi yang mendasari, dan potensi intervensi untuk mencegah rekurensi. Ketiga, penelitian yang berfokus pada identifikasi biomarker yang dapat memprediksi risiko rekurensi HSP akan sangat bermanfaat. Biomarker ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi anak-anak yang berisiko tinggi mengalami rekurensi dan memungkinkan intervensi dini untuk mencegah komplikasi. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, kita dapat meningkatkan pemahaman kita tentang HSP dan mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk mencegah rekurensi dan meningkatkan hasil klinis pada anak-anak.
- DOI Name 10.1186 Values. name values index type timestamp data serv crossref email admin cnri reston... doi.org/10.1186DOI Name 10 1186 Values name values index type timestamp data serv crossref email admin cnri reston doi 10 1186
- 2012 Revised International Chapel Hill Consensus Conference Nomenclature of Vasculitides - Jennette -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/art.377152012 Revised International Chapel Hill Consensus Conference Nomenclature of Vasculitides Jennette onlinelibrary wiley doi 10 1002 art 37715
- EULAR/PRINTO/PRES criteria for Henoch-Schönlein purpura, childhood polyarteritis nodosa, childhood... ard.eular.org/retrieve/pii/S0003496724195076EULAR PRINTO PRES criteria for Henoch Schynlein purpura childhood polyarteritis nodosa childhood ard eular retrieve pii S0003496724195076
- HenochâSchönlein purpura in children - Trnka - 2013 - Journal of Paediatrics and... doi.org/10.1111/jpc.12403HenochyAAAeSchyEAnlein purpura in children Trnka 2013 Journal of Paediatrics and doi 10 1111 jpc 12403
| File size | 779.71 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talkingPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Berdasarkan penelitian dan analisis data yang telah terkumpul, dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 pada mataBerdasarkan penelitian dan analisis data yang telah terkumpul, dapat disimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 pada mata
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Laptop, sebagai perangkat elektronik yang sering digunakan mahasiswa, juga merupakan sumber radiasi. Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember mempelajariLaptop, sebagai perangkat elektronik yang sering digunakan mahasiswa, juga merupakan sumber radiasi. Mahasiswa Pendidikan Fisika Universitas Jember mempelajari
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan bantuan Physics Education Technology (PhET) interactive simulation pada materi fluida statis terbuktiPenerapan model pembelajaran berbasis pengalaman dengan bantuan Physics Education Technology (PhET) interactive simulation pada materi fluida statis terbukti
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Subjek penelitian yaitu terdiri dari 32 orang siswa kelas XI MIPA I. Pengumpulan data menggunakan lembar angket dan wawancara. Lembar angket pada penelitianSubjek penelitian yaitu terdiri dari 32 orang siswa kelas XI MIPA I. Pengumpulan data menggunakan lembar angket dan wawancara. Lembar angket pada penelitian
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa di SMP N 2 Tolitoli, SMP N 5 Tolitoli, dan SMP N 8 Tolitoli diantaranya konsepsi awal siswa, intuisi yang salah,Penyebab terjadinya miskonsepsi pada siswa di SMP N 2 Tolitoli, SMP N 5 Tolitoli, dan SMP N 8 Tolitoli diantaranya konsepsi awal siswa, intuisi yang salah,
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 2 di SMAJenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 2 di SMA
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Data kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh melalui tes berupa 4 soal uraian, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 24 dengan uji normalitas one wayData kemampuan berpikir kreatif siswa diperoleh melalui tes berupa 4 soal uraian, kemudian diolah menggunakan SPSS versi 24 dengan uji normalitas one way
Useful /
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Instrumen yang digunakan adalah tes essay yang telah divalidasi. Hasil menunjukkan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 81,72,Instrumen yang digunakan adalah tes essay yang telah divalidasi. Hasil menunjukkan skor rata-rata kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 81,72,
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Data yang diperoleh dari responden dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rataData yang diperoleh dari responden dianalisis dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa rata-rata
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Dengan nilai koefisien korelasi (R) adalah sebesar 0,355 yaitu pada kategori rendah, dan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,017 (Sig. < 0,05). PenelitianDengan nilai koefisien korelasi (R) adalah sebesar 0,355 yaitu pada kategori rendah, dan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,017 (Sig. < 0,05). Penelitian
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Hal ini dikarenakan siswa sudah mampu mendefinisikan permasalahan yang ada dengan baik dan dapat membuat rancangan solusi botol air berlubang. BerdasarkanHal ini dikarenakan siswa sudah mampu mendefinisikan permasalahan yang ada dengan baik dan dapat membuat rancangan solusi botol air berlubang. Berdasarkan