UNUUNU
Indonesian Journal of Sharia and LawIndonesian Journal of Sharia and LawTujuan Penelitian ini untuk mengungkap bagaimana konsep pemikiran Jamaluddin Athiyah Tentang maqsid syariah. Beliau merupakan salah satu ulama kontemporer yang mengemukakan banyak teori tentang maqasid syariah. Metode dalam penelitian ini adalah studi Pustaka atau Library Reserch dengan menghimpun data penelitian dari khazanah literatur dan menjadikan dunia teks sebagai bahan utama analisisnya. Sumber-sumber lain yang relevan juga dapat menunjang dan memperkaya data yang diperlukan menggunakan buku-buku karya Jamaluddin Athiyah Muhammad. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Jamaluddin Athiyah mengelompokkan maqasid syariah ini dari kecil atau khusus sampai kepada yang umum atau publik yaitu dari Maqasid syariah dalam ruang lingkup individu , maqasid syariah dalam ruang lingkup Keluarga, maqasid syariah dalam ruang umum atau publik, maqashid Syariah dalam Dimensi Kemanusiaan, dan tujuan dari pengelompokan tersebut ialah untuk menunjukkan betapa perlunya, dinamis dan berkembangnya maqashid syariah karena setiap perubahan sosial maka akan perlu adabtasi dalam melakukan ijtihad suatu hukum yang akan ditetapkan demi kemaslahatan umat manusia.
Maqāṣid al-syarīah merupakan tujuan akhir dari penetapan hukum yang berupa kemaslahatan hakiki, mengandung nilai, norma, dan rahasia di dalamnya.Jamaluddin Athiyah Muhammad mengonseptualisasikan maqāṣid syariah ke dalam empat ruang lingkup.individu, keluarga, umum atau publik, serta dimensi kemanusiaan.Pengelompokan ini bertujuan menunjukkan sifat dinamis maqāṣid syariah yang memungkinkan hukum Islam beradaptasi terhadap perubahan sosial melalui ijtihad yang relevan demi kemaslahatan umat.
Berdasarkan hasil penelitian ini yang menunjukkan pemikiran Jamaluddin Athiyah, terbuka peluang untuk menggali lebih lanjut penerapannya dalam konteks yang lebih aktual. Penelitian mendatang sangat penting untuk meneliti bagaimana kerangka maqasid syariah, khususnya di ruang lingkup publik, dijadikan dasar analisis bagi kebijakan negara. Sebagai contoh, bagaimana konsep keadilan dan keamanan menurut Athiyah dapat mengkaji efektivitas undang-undang anti korupsi atau regulasi perlindungan lingkungan di Indonesia. Di samping itu, sebuah studi komparatif yang menarik dapat dilakukan dengan membandingkan konsep maqasid dalam dimensi kemanusiaan versi Athiyah dengan prinsip-prinsip hukum hak asasi manusia internasional. Penelitian ini akan mengungkap titik kesesuaian dan potensi konflik antara visi Islam dan norma global. Terakhir, agar pemikiran ini tidak hanya teoretis, perlu ada penelitian yang menerjemahkan maqasid tingkat individual ke dalam tantangan abad digital. Misalnya, bagaimana konsep perlindungan akal dari kerusakan dan kehormatan dapat diaplikasikan secara konkret untuk mengatur masalah etika digital, seperti penyebaran kabar bohong (hoax) dan perlindungan data pribadi, yang merupakan bentuk perubahan sosial baru yang memerlukan ijtihad hukum yang adaptif.
| File size | 1.13 MB |
| Pages | 18 |
| Short Link | https://juris.id/p-16S |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UNUUNU Dalam hukum positif, batas umur ditentukan dengan suatu angka yang artinya jelas batasan usurnya. Kemudian dalam hukum Islam tidak ada dalil dalam AlquranDalam hukum positif, batas umur ditentukan dengan suatu angka yang artinya jelas batasan usurnya. Kemudian dalam hukum Islam tidak ada dalil dalam Alquran
APPIHIAPPIHI Praktik penjualan kosmetik ilegal di Pasar Tradisional Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, masih berlangsung meskipun upaya pengawasanPraktik penjualan kosmetik ilegal di Pasar Tradisional Desa Moluo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, masih berlangsung meskipun upaya pengawasan
HK PUBLISHINGHK PUBLISHING Hukum dan perubahan sosial saling memengaruhi dalam hubungan dialektis, di mana hukum berfungsi sebagai produk sosial sekaligus agen transformasi. BerdasarkanHukum dan perubahan sosial saling memengaruhi dalam hubungan dialektis, di mana hukum berfungsi sebagai produk sosial sekaligus agen transformasi. Berdasarkan
UNISLAUNISLA Kulut kaet memiliki makna agama yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Dawan. Ritual ini memperkuat solidaritas sosial dan hubungan dengan leluhur.meskipunKulut kaet memiliki makna agama yang mendalam dalam kehidupan masyarakat Dawan. Ritual ini memperkuat solidaritas sosial dan hubungan dengan leluhur.meskipun
UINUIN Indonesia sebagai negara plural yang memiliki perbedaan suku, adat, dan agama menghadapi pertentangan antar sistem hukum. Studi ini membahas pertentanganIndonesia sebagai negara plural yang memiliki perbedaan suku, adat, dan agama menghadapi pertentangan antar sistem hukum. Studi ini membahas pertentangan
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Selanjutnya pulp dicuci, diblending, dan diangin-anginkan sebelum dipressing dan dikeringkan. Hasil karakterisasi menunjukkan kertas memiliki gramaturSelanjutnya pulp dicuci, diblending, dan diangin-anginkan sebelum dipressing dan dikeringkan. Hasil karakterisasi menunjukkan kertas memiliki gramatur
ULUMUNAULUMUNA Kelahiran negara Islam berasal dari paradigma ini. Pandangan ini, pada kenyataannya, menggambarkan atau memuliakan masa lalu ke dalam masa kini. Bagi mereka,Kelahiran negara Islam berasal dari paradigma ini. Pandangan ini, pada kenyataannya, menggambarkan atau memuliakan masa lalu ke dalam masa kini. Bagi mereka,
UINUIN Para fukaha sangat mengapresiasi keduanya. Namun tradisi positivisme hukum mereduksi basis moral. Hukum akhirnya terjebak dalam konstruk logis yang formal-baku.Para fukaha sangat mengapresiasi keduanya. Namun tradisi positivisme hukum mereduksi basis moral. Hukum akhirnya terjebak dalam konstruk logis yang formal-baku.
Useful /
APPIHIAPPIHI Dengan demikian, amandemen dipandang sebagai bentuk constitutional reform yang evolutif, sedangkan penggantian konstitusi identik dengan perubahan radikal.Dengan demikian, amandemen dipandang sebagai bentuk constitutional reform yang evolutif, sedangkan penggantian konstitusi identik dengan perubahan radikal.
APPIHIAPPIHI Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme legislasi agar penyusunan undang-undang di masa mendatang lebih partisipatif, transparan,Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan mekanisme legislasi agar penyusunan undang-undang di masa mendatang lebih partisipatif, transparan,
UBBGUBBG Sampel penelitian ini adalah 32 mahasiswa semester 2A Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Hamzanwadi tahun ajaran 2021-2022. Tes menulisSampel penelitian ini adalah 32 mahasiswa semester 2A Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Hamzanwadi tahun ajaran 2021-2022. Tes menulis
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Kulit pisang mengandung selulosa tinggi sehingga berpotensi menjadi substitusi serat kayu. Proses organosolv menggunakan etanol 60 % sebagai pelarut denganKulit pisang mengandung selulosa tinggi sehingga berpotensi menjadi substitusi serat kayu. Proses organosolv menggunakan etanol 60 % sebagai pelarut dengan