UPPUPP

AptekAptek

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi spun pile dengan pondasi bore pile. Penelitian ini membahas perbandingan pondasi spun pile dan bore pile pada pile cap 1 dengan asumsi menerima beban yang sama. Peran pondasi pada pembangunan struktur awal gedung sangat penting. Pemilihan jenis pondasi yang sesuai akan melancarkan proses pekerjaan, sehingga diperlukan perencanaan yang baik, meliputi biaya dan waktu pelaksanaan. Penelitian ini menganalisis untuk 1 pile cap dengan 9 titik pondasi dalam dengan kedalaman 48 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwa berdasarkan analisis biaya dan waktu pelaksanaan pondasi spun pile dan bore pile yang diteliti, maka hasil dari analisis waktu untuk pondasi spun pile membutuhkan waktu 10 hari dan pondasi bore pile membutuhkan waktu 20 hari. Berdasarkan analisis biaya, pondasi spun pile membutuhkan biaya sebesar Rp 572,761,000.00 sedangkan pondasi bore pile sebesar Rp 688,059,000.00. Pondasi tiang pancang type Spun Pile lebih efisien diterapkan pada Proyek Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang dibandingkan dengan pondasi bore pile.

Berdasarkan hasil penelitian, pondasi spun pile lebih efisien diterapkan pada Proyek Pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi 500/ 275 KV Perawang dibandingkan dengan pondasi bore pile.Analisis menunjukkan bahwa pondasi spun pile membutuhkan waktu 10 hari dan biaya sebesar Rp 572,761,000.00, sementara pondasi bore pile membutuhkan waktu 20 hari dan biaya sebesar Rp 688,059,000.Oleh karena itu, pemilihan pondasi spun pile menjadi solusi yang lebih ekonomis dan efisien untuk proyek tersebut.

Berdasarkan analisis ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada studi komparatif terhadap performa jangka panjang pondasi spun pile dan bore pile dalam berbagai kondisi tanah dan beban. Selain itu, penelitian dapat menginvestigasi potensi penggunaan material alternatif yang lebih ramah lingkungan dalam pembuatan pondasi, seperti beton daur ulang atau serat alami, untuk mengurangi dampak lingkungan. Terakhir, pengembangan model prediksi biaya dan waktu pelaksanaan pondasi yang lebih akurat, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kondisi geoteknik, ketersediaan material, dan efisiensi tenaga kerja, akan sangat bermanfaat bagi perencanaan proyek konstruksi di masa depan. Integrasi teknologi digital, seperti pemodelan 3D dan simulasi, dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pondasi.

Read online
File size1.34 MB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test