UNMUNM

Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentIndonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and Development

Abstrak. Peningkatan jumlah kasus kekerasan di kalangan anak-anak di Indonesia pada tahun 2023 menjadi latar belakang penting penelitian ini. Berdasarkan laporan KPAI, tercatat 2.355 kasus pelanggaran hak anak, di mana 723 di antaranya terjadi di lingkungan satuan pendidikan, termasuk 236 kasus kekerasan fisik maupun psikis. Selain itu, data dari SIMFONI-PPA mengungkapkan bahwa pada dua minggu pertama tahun 2025 di Sulawesi Selatan saja, telah terjadi 542 kasus perilaku agresif, dengan 127 korban laki-laki dan 476 korban perempuan. Temuan ini menegaskan perlunya intervensi yang tepat untuk menangani perilaku agresif pada siswa. Penelitian ini berupaya mengembangkan e-modul self regulation of emotion untuk mereduksi perilaku agresif siswa di SMK Negeri 1 Makassar karena perilaku agresif siswa dapat berdampak negatif pada lingkungan belajar dan hubungan sosial, penting untuk membuat strategi untuk mengelola emosi. Tujuan penelitian mencakup: 1) Identifikasi kebutuhan e-modul untuk mereduksi perilaku agresif; 2) Perancangan prototipe e-modul; 3) Penilaian validitas e-modul; dan 4) Mengetahui kepraktisan e-modul. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RnD) dengan model ADDIE, termasuk analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan 63% siswa memerlukan media untuk regulasi emosi; prototipe 54 halaman; validasi ahli 100%; praktik 98,3% dan 90%.

E-modul self regulation of emotion sangat dibutuhkan oleh siswa dan guru Bimbingan dan Konseling di SMK Negeri 1 Makassar untuk menangani perilaku agresif.Prototipe e-modul berhasil dikembangkan dan menunjukkan validitas serta praktis tinggi berdasarkan penilaian ahli dan uji kelompok kecil.Dengan skor validitas dan kepraktisan sangat tinggi, e-modul ini dapat membantu memperbaiki regulasi emosi dan mengurangi kecenderungan perilaku agresif di sekolah tersebut.

Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal yang melibatkan lebih banyak sekolah di berbagai provinsi guna mengukur dampak jangka panjang e-modul terhadap perilaku agresif dan hasil belajar, sehingga dapat disusun rekomendasi kebijakan pendidikan nasional. Kedua, peneliti dapat mengembangkan versi adaptif e-modul yang terpersonalisasi menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk menyesuaikan materi regulasi emosi dengan tingkat emosi dan kebutuhan belajar masing‑masing siswa, serta mengevaluasi efektivitasnya melalui analisis data big data pendidikan. Ketiga, integrasi e-modul dengan sistem manajemen pembelajaran (LMS) dan pelatihan bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam memanfaatkan materi interaktif ini dapat meningkatkan keadopsian, sehingga diperlukan penelitian terapan tentang peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan teknologi ini serta dampaknya terhadap keterlibatan siswa dan kualitas layanan konseling.

  1. E- Modul Self Regulation: Modul Pengendalian Emosi dalam Mengurangi Perilaku Agresif di SMK Negeri 1... doi.org/10.26858/ijosc.v5i1.70511E Modul Self Regulation Modul Pengendalian Emosi dalam Mengurangi Perilaku Agresif di SMK Negeri 1 doi 10 26858 ijosc v5i1 70511
Read online
File size643.16 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test