UNMUNM
Indonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentIndonesian Journal of School Counseling: Theory, Application, and DevelopmentPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung Tasikmalaya yang tinggal di pesantren. Komunikasi interpersonal krusial untuk kohesi sosial dan pengembangan diri di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan tujuan khusus (purposive sampling) melibatkan 117 mahasiswa yang tinggal di pesantren. Data dikumpulkan menggunakan instrumen keterampilan komunikasi interpersonal yang dikembangkan oleh DeVito dan pengolahan data menggunakan analisis pemodelan Rasch. Hasil menunjukkan keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa yang tinggal di pesantren cenderung sedang (rata-rata 0,71; SD 0,33). Sebanyak 70% (82 mahasiswa) berada di kategori sedang, 18% (21 mahasiswa) tinggi, dan 12% (14 mahasiswa) rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa BKPI yang tinggal di pesantren memiliki dasar komunikasi yang memadai, namun perlu peningkatan dalam empati dan mendengarkan aktif. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan program komunikasi interpersonal dalam kurikulum BKPI.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) Universitas Islam KH.Ruhiat Cipasung yang tinggal di pesantren secara umum berada pada kategori sedang.Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata skor 0,71 dengan standar deviasi 0,33, serta fakta bahwa sebagian besar responden (70% atau 82 orang) berada dalam kategori ini.Meskipun ada variasi kemampuan individu (rentang skor 0,38 hingga 1,04), hanya sebagian kecil mahasiswa (18%) yang menunjukkan keterampilan tinggi, sementara 12% berada pada kategori rendah.Kategori sedang ini mengindikasikan bahwa mahasiswa memiliki dasar yang cukup memadai dalam berinteraksi sosial, menyampaikan pesan, dan merespons orang lain.Namun, ada ruang signifikan untuk peningkatan, khususnya dalam aspek penting seperti empati, mendengarkan aktif, dan pengelolaan konflik yang efektif.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada faktor-faktor spesifik yang memengaruhi variasi keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa di lingkungan pesantren. Metode kualitatif seperti wawancara mendalam dan observasi partisipatif dapat digunakan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pola, makna, dan tantangan komunikasi interpersonal dari perspektif mahasiswa itu sendiri. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran senioritas, pengaruh ustaz, atau pengalaman personal dalam membentuk keterampilan komunikasi interpersonal mahasiswa. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan lebih komprehensif tentang dinamika komunikasi interpersonal di lingkungan pesantren dan strategi untuk meningkatkan kualitas interpersonal mahasiswa.
| File size | 353.44 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Variabel penelitian adalah kepuasan pasien terhadap layanan kateterisasi jantung yang diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti danVariabel penelitian adalah kepuasan pasien terhadap layanan kateterisasi jantung yang diukur menggunakan kuesioner yang dikembangkan oleh peneliti dan
USUUSU Data primer diperoleh dari kitab Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder dari buku-buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keduaData primer diperoleh dari kitab Tafsir Al-Azhar, sedangkan data sekunder dari buku-buku dan jurnal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua
KOMPETIFKOMPETIF Menurut Spreitzer (1995), Psychological Empowerment mencakup empat dimensi utama: makna (meaning), diri (self), kompetensi (competence), dan determinasiMenurut Spreitzer (1995), Psychological Empowerment mencakup empat dimensi utama: makna (meaning), diri (self), kompetensi (competence), dan determinasi
UNPUNP Instrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkanInstrumen penelitian berupa skala peer attachment dan skala kecemasan sosial. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik korelasi item total, sedangkan
USUUSU Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana seni bercerita (storytelling) dapat membentuk konsep diri anak usia dini melalui interaksi interpersonalArtikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana seni bercerita (storytelling) dapat membentuk konsep diri anak usia dini melalui interaksi interpersonal
USUUSU Sedangkan secara parsial konflik interpersonal tidak berpengaruh terhadap keterampilan presentasi mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkanSedangkan secara parsial konflik interpersonal tidak berpengaruh terhadap keterampilan presentasi mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan
PUSDIKRA PUBLISHINGPUSDIKRA PUBLISHING Hasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegahHasilnya menunjukkan bahwa komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua serta komunikasi interpersonal antara guru dan siswa menjadi kunci dalam mencegah
UNSURYAUNSURYA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, namun Disiplin Kerja berpengaruh signifikan. SecaraHasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan, namun Disiplin Kerja berpengaruh signifikan. Secara
Useful /
IUQIBOGORIUQIBOGOR Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi, pemahaman ilmiah yang baik, serta partisipasi aktif dan pencapaian tujuan yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi tinggi, pemahaman ilmiah yang baik, serta partisipasi aktif dan pencapaian tujuan yang tinggi.
UNPUNP Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan cara siswa memproses informasi merupakan realitas empiris yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaanTemuan ini menegaskan bahwa perbedaan cara siswa memproses informasi merupakan realitas empiris yang perlu diperhatikan dalam perencanaan dan pelaksanaan
UNPUNP Pendekatan ini menekankan peran peserta dalam menetapkan tujuan dan preferensi mereka sendiri serta memanfaatkan kekuatan individu untuk mencapai perubahanPendekatan ini menekankan peran peserta dalam menetapkan tujuan dan preferensi mereka sendiri serta memanfaatkan kekuatan individu untuk mencapai perubahan
UNPUNP Penelitian menemukan bahwa persepsi siswa tentang pendidikan berada pada kategori baik, sedangkan perilaku membolos berada pada kategori rendah. AnalisisPenelitian menemukan bahwa persepsi siswa tentang pendidikan berada pada kategori baik, sedangkan perilaku membolos berada pada kategori rendah. Analisis