UGJUGJ

Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra IndonesiaDeiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian cerita rakyat sebagai medium refleksi budaya dan kritik sosial, khususnya dalam konteks pembangunan dan relasi kekuasaan. Cerita rakyat Buaya Putih dan Keuyeup Bodas dipilih karena mengandung simbol-simbol ideologis dan ekologis yang relevan dengan dinamika sosial-politik saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi kekuasaan dan oposisi dalam cerita melalui pendekatan analisis naratif Propp, semiotika Barthes, dan teori representasi Hall. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan fenomenologis terhadap teks cerita dan wawancara dengan penduduk lokal. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakter Buaya Putih merepresentasikan kekuasaan hegemonik yang serakah dan eksploitatif, sementara Keuyeup Bodas melambangkan kekuatan oposisi yang menjaga harmoni alam dan kepentingan masyarakat. Cerita ini menyuarakan kritik terhadap proyek-proyek pembangunan seperti proyek Waduk Jatigede yang mengabaikan keseimbangan ekologis dan partisipasi komunitas. Dengan demikian, cerita rakyat berfungsi tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang edukasi dan refleksi atas praktik-praktik kekuasaan dan ketidakadilan sosial. Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan interdisipliner dalam mengungkap makna budaya dalam cerita rakyat agar tetap relevan dan dapat diinterpretasi ulang oleh generasi masa kini.

Cerita rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas kaya akan nilai budaya, ekologis, dan ideologis, menggambarkan konflik antara penguasa hegemonik (Buaya Putih) dan oposisi pelindung lingkungan (Keuyeup Bodas).Melalui analisis Propp, Barthes, dan Hall, ditemukan bahwa narasi ini merepresentasikan ketegangan antara penguasa dan rakyat dalam konteks demokrasi, menyuarakan kritik terhadap pembangunan yang mengabaikan lingkungan dan partisipasi publik.Kesimpulannya, cerita ini berfungsi sebagai cermin budaya dan medium kritik sosial, menegaskan pentingnya pelestarian dan kajian lintasdisipliner agar makna luhurnya tetap relevan bagi generasi masa kini.

Mengingat kekayaan makna dalam cerita rakyat “Buaya Putih dan Keuyeup Bodas yang merepresentasikan dinamika kekuasaan dan kritik terhadap pembangunan, penelitian selanjutnya dapat berfokus pada bagaimana cerita ini diterima dan diinterpretasikan oleh masyarakat modern, khususnya generasi muda di Sumedang. Penting untuk mengkaji apakah narasi tradisional ini masih relevan dalam membentuk pandangan mereka terhadap proyek-proyek pembangunan saat ini, seperti pengembangan infrastruktur atau penggunaan sumber daya alam, dan sejauh mana cerita ini mendorong kesadaran akan partisipasi publik serta pelestarian lingkungan. Selain itu, sebuah studi bisa menyelidiki potensi adaptasi cerita ini sebagai instrumen pendidikan lingkungan atau alat advokasi yang praktis. Ini akan mengeksplorasi metode terbaik untuk mengintegrasikan nilai-nilai yang terkandung dalam cerita ke dalam program komunitas atau kurikulum pendidikan, tujuannya untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu keberlanjutan dan keadilan sosial secara nyata. Terakhir, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, penelitian komparatif terhadap cerita-cerita rakyat lain di wilayah Sunda atau daerah dengan konteks serupa akan sangat berharga. Dengan membandingkan bagaimana tema penguasa-oposisi dan konflik ekologis digambarkan dalam berbagai narasi, kita bisa mengidentifikasi pola-pola umum atau kekhasan budaya yang memberikan perspektif lebih luas mengenai bagaimana masyarakat lokal selama ini memaknai dan menghadapi tantangan kekuasaan serta lingkungan melalui warisan lisan mereka.

  1. KAJIAN SEMIOTIKA CERITA RAKYAT SUKU DAYAK SUAID | Arbitrer : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.... ojs3.unpatti.ac.id/index.php/arbitrer/article/view/6717KAJIAN SEMIOTIKA CERITA RAKYAT SUKU DAYAK SUAID Arbitrer Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia ojs3 unpatti ac index php arbitrer article view 6717
  2. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik | Deiksis: Jurnal Pendidikan... jurnal.ugj.ac.id/index.php/Deiksis/article/view/6908Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia Youtuber Eropa pada Tataran Linguistik Deiksis Jurnal Pendidikan jurnal ugj ac index php Deiksis article view 6908
  3. REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT BIMA: KAJIAN STRUKTURAL DAN SEMIOTIK | Fadli | BAHTRA:... doi.org/10.56842/bahtra.v5i01.706REPRESENTASI NILAI BUDAYA DALAM CERITA RAKYAT BIMA KAJIAN STRUKTURAL DAN SEMIOTIK Fadli BAHTRA doi 10 56842 bahtra v5i01 706
Read online
File size686.85 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test