STAI TBHSTAI TBH

Al-Liqo: Jurnal Pendidikan IslamAl-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam

Pesantren menjadi tantangan berat bagi santri baru, mulai dari berpisah dengan orang tua, adanya aturan-aturan mengikat, ruang gerak terbatas dan ragam masalah lainnya. Situasi ini tidak jarang santri baru menimbulkan pelbagai masalah bahkan membuatnya nekat untuk pindah atau berhenti sekolah. Pondok Pesantren di Kabupaten Tapanuli Selatan, mampu mengatasi ragam permasalahan ini yang dibuktikan dari 37 santri angkatan pertama dan 87 santri angkatan kedua tidak ditemukan satupun yang pindah atau berhenti sekolah. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana upaya pesantren mampu mengatasi problematika adaptasi santri baru dan mereka betah tinggal di pesantren. Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren melakukan dua upaya untuk mengatasi problematika santri baru, yaitu upaya yang bersifat preventif yang diformulasikan pada dua agenda besar berupa pelatihan intensif kepada guru dan menyusun agenda- agenda pendukung, serta upaya represif melalui tiga tahapan yakni mengalihkan dengan aktivitas asrama, melibatkan konselor dan orang tua.

Berdasarkan data hasil penelitian dan uraian pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam upaya untuk menciptakan kenyamanan, rasa betah dan kesediaan santri baru serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan pesantren, maka Pondok Pesantren Al Bakarah menempuh dua tahapan, yaitu tahapan preventif (pencegahan) dan tahapan represif (penanganan).Dalam tahapan preventif, pihak pesantren menempuh dengan dua jalur, yaitu jalur pelatihan dan persiapan, sementara jalur keluarga digunakan sebagai upaya untuk menyamakan persepsi antara pihak pesantren dengan orang tua, orang tua harus sepenuhnya mendukung serta mensupport anak untuk betah tinggal di pesantren.Sementara pada tahapan represif, pihak pesantren menempuh tiga upaya, yaitu upaya internal seperti mengalihkan fokus santri, melibatkan peran konselor dan peran orang tua.

Berkenaan dengan peran konselor, penelitian selanjutnya dapat menjelajahi efektivitas kombinasi konseling kelompok dan individual terhadap persepsi motivasi belajar santri baru; tentang pelatihan guru, studi lebih lanjut dapat mengevaluasi dampak durasi dan intensitas pelatihan terhadap kesiapan guru dalam mengelola konflik santri, dan mengenai kolaborasi antara pesantren dan orang tua, riset dapat meninjau model komunikasi terstruktur yang melibatkan kedua pihak dalam pembuatan kebijakan kebijakan disipliner, sehingga dapat meningkatkan kepatuhan dan kebahagiaan santri di lingkungan pesantren.

  1. Upaya pesantren dalam mengatasi problematika adaptasi santri baru di pondok pesantren kabupaten Tapanuli... doi.org/10.46963/alliqo.v9i2.2379Upaya pesantren dalam mengatasi problematika adaptasi santri baru di pondok pesantren kabupaten Tapanuli doi 10 46963 alliqo v9i2 2379
Read online
File size303.37 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test