POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
Jurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceJurnal Ilmu Gizi : Journal of Nutrition ScienceObesitas adalah salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh akumulasi lemak dalam tubuh dan konsumsi makanan yang melebihi kebutuhan. Konsumsi berbagai jenis jajanan yang mengandung gula dan lemak tinggi, serta kurangnya aktivitas fisik, dapat mempengaruhi terjadinya obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara pola konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini dilakukan pada Desember 2022, dengan 90 peserta yang dipilih secara acak sederhana. Data pola konsumsi jajanan dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan formulir SQ-FFQ, sedangkan data aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-C. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Pearson untuk melihat hubungan antara pola konsumsi jajanan dan aktivitas fisik dengan obesitas.
Pola konsumsi jajanan dari segi jumlah energi, frekuensi, dan jenis jajanan menunjukkan perbedaan antara remaja dengan status gizi lebih dan gizi baik.Aktivitas fisik remaja di SMPN 1 Kuta sebagian besar termasuk kategori rendah.Status gizi pada remaja di SMPN 1 Kuta menunjukkan kategori gizi baik, gizi lebih, dan obesitas.Ada hubungan yang signifikan antara jenis konsumsi jajanan, frekuensi konsumsi jajanan, energi dari jajanan, dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMPN 1 Kuta.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk meneliti lebih lanjut tentang konsumsi jajanan anak sekolah dengan menggunakan kombinasi metode survei konsumsi lainnya. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan status gizi secara rutin pada remaja sekolah. Penelitian juga dapat fokus pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi obesitas, seperti faktor genetik, lingkungan, dan sosial ekonomi. Dengan demikian, dapat dikembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif untuk mencegah dan mengendalikan obesitas pada remaja.
| File size | 263.9 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pola makan ibu hamil dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah di Ruang CempakaTujuan utama penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara pola makan ibu hamil dan kelahiran bayi dengan berat badan rendah di Ruang Cempaka
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional randomJenis penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancaraPenelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 62 siswi kelas XI. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran kadar hemoglobin dan wawancara
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil menunjukkan bahwa 68,7 % sampel berada dalam kategori rawan namun aman dikonsumsi, 18,8 % melebihi batas maksimum TPC, 68,8 % memiliki coliformHasil menunjukkan bahwa 68,7 % sampel berada dalam kategori rawan namun aman dikonsumsi, 18,8 % melebihi batas maksimum TPC, 68,8 % memiliki coliform
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjangHubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Konsumsi Zat Gizi Mikro Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. Stunting adalah status gizi yang ditunjukkan oleh panjang
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, dengan 15,9% memiliki konsumsi seng rendah, 18,2% konsumsi kalsium rendah,Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,2% balita memiliki status gizi stunting, dengan 15,9% memiliki konsumsi seng rendah, 18,2% konsumsi kalsium rendah,
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Semakin baik asupan ketiga zat gizi tersebut, semakin baik pula status gizi balita, sehingga pencegahan stunting perlu melibatkan keluarga dan pihak puskesmasSemakin baik asupan ketiga zat gizi tersebut, semakin baik pula status gizi balita, sehingga pencegahan stunting perlu melibatkan keluarga dan pihak puskesmas
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 3 mg and iron consumption which was 3. 95 mg. Consumption of zinc and iron is lower than the daily needs, namely zinc 9 mg and iron 15 mg. There was no3 mg and iron consumption which was 3. 95 mg. Consumption of zinc and iron is lower than the daily needs, namely zinc 9 mg and iron 15 mg. There was no
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikanData dikumpulkan melalui wawancara dan pengukuran antropometri, lalu dianalisis dengan uji Rank Spearman. Hasil menunjukkan tidak adanya hubungan signifikan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p = 0,000) dan antara asupan lemak dengan tekanan darah (p = 0,031).Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara asupan natrium dengan tekanan darah (p = 0,000) dan antara asupan lemak dengan tekanan darah (p = 0,031).
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data dikumpulkanJenis penelitian adalah observasional dengan desain cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 50 orang. Data dikumpulkan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis ikan laut yang paling sering dikonsumsi adalah dencis (54,1 %) dan ikan air tawar paling umum adalah nila (47,3 %). Pola konsumsi ikan di DesaJenis ikan laut yang paling sering dikonsumsi adalah dencis (54,1 %) dan ikan air tawar paling umum adalah nila (47,3 %). Pola konsumsi ikan di Desa