IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

At-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual TafsirAt-Tafasir: Journal of Quranic Studies and Contextual Tafsir

Penelitian ini mengkaji secara mendalam masalah hubungan antara prasangka dan doa, yang dapat menyebabkan doa tidak terkabul atau menyebabkan seseorang berhenti berdoa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci hubungan antara prasangka dan doa dalam pandangan Sayyid Qutb dalam buku Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qurān. Penelitian ini menggunakan pendekatan tekstualis yang akan menuntut penelitian untuk fokus pada teks Tafsir Fī Ẓilāl Al-Qurān karya Sayyid Qutb sebagai sumber analisis utama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang bertujuan untuk menjelaskan secara rinci hubungan antara prasangka dan doa dalam pandangan Sayyid Qutb. Hasil penelitian ini adalah Sayyid Qutb menekankan bahwa ibadah kepada Allah SWT akan diterima jika disertai dengan prasangka baik (ḥusnuẓann). Sebaliknya, prasangka buruk (Sū al-ẓann) dapat membuat doa tidak diterima oleh-Nya.

Sayyid Qutb menekankan pentingnya keyakinan yang kuat saat berdoa, di mana prasangka baik (ḥusn al-ẓann) kepada Allah mencerminkan keyakinan bahwa doa yang tulus akan dikabulkan.Prasangka buruk (sū al-ẓann) dapat menghalangi penerimaan doa.Hubungan antara doa dan prasangka memiliki implikasi spiritual, psikologis, dan sosial yang signifikan bagi kehidupan umat manusia, membentuk pandangan hidup dan memberikan kerangka spiritual yang komprehensif.

Berdasarkan analisis terhadap latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam dampak psikologis dari prasangka terhadap efektivitas doa, dengan mempertimbangkan variabel-variabel seperti tingkat keyakinan, harapan, dan pengalaman spiritual individu. Kedua, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pandangan Sayyid Qutb tentang hubungan antara prasangka dan doa dengan perspektif ulama tafsir lainnya, untuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam interpretasi mereka. Ketiga, penelitian empiris dapat dilakukan untuk menguji validitas klaim Sayyid Qutb tentang pengaruh prasangka terhadap penerimaan doa, dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengumpulkan data dari berbagai kelompok masyarakat. Penelitian ini dapat melibatkan survei, wawancara, dan analisis konten dari teks-teks keagamaan dan literatur terkait. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan mendalam tentang kompleksitas hubungan antara prasangka dan doa dalam konteks keagamaan dan sosial.

Read online
File size671 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test