IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Artikel ini menjelaskan tentang penerapan model evaluasi kurikulum Atkinson di MAN 3 Malang. Setiap visi dan misi sekolah pasti bertujuan untuk kebaikan siswa sebagaimana cita-cita dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UUD NRI 1945 dan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada dasarnya inti dari cita-cita dan tujuan nasional Indonesia sebagaimana dalam kedua peraturan tersebut ialah untuk membentuk insan yang intelektual, beriman kepada Tuhan, dan mempunyai perilaku yang baik. Namun berkembangnya kasus-kasus dewasa ini seperti penganiayaan, bullying, dan lain-lain yang dilakukan oleh para siswa menunjukkan bahwa visi dan misi sekolah tersebut dinyatakan tidak berhasil. Dengan demikian, maka sangat dibutuhkan evaluasi kurikulum pendidikan untuk memperbaiki ke arah lebih baik. Adapun model evaluasi yang sangat tepat dalam hal ini ialah model evaluasi pendidikan Atkinson. Model evaluasi ini memiliki objek penelitian yang fokus pada 3 domain, yakni problematika perencanaan sekolah, proses pembelajaran, dan perilaku atau karakter peserta didik.

Evaluasi kurikulum merupakan proses penilaian terhadap tujuan, isi, dan hasil pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan kurikulum, dengan objek meliputi tujuan, isi, strategi, media, dan proses belajar mengajar yang harus dilakukan secara berorientasi, berkelanjutan, komprehensif, berfungsi ganda, dan berbasis kriteria.Model evaluasi Atkinson berfokus pada tiga domain.struktur (perencanaan), proses (pembelajaran), dan produk (perilaku peserta didik).Di MAN 3 Malang, pembentukan siswa berakhlakul karimah terwujud dengan baik melalui program keagamaan, namun pembentukan siswa berprestasi belum tercapai maksimal karena keterbatasan fasilitas ekstrakurikuler dan tidak adanya regenerasi yang terstruktur.

Pertama, perlu diteliti bagaimana dampak dari program keagamaan wajib seperti sholat berjamaah dan bimbingan baca Al-Quran terhadap pembentukan karakter jangka panjang siswa setelah lulus dari madrasah, untuk melihat apakah kebiasaan tersebut berkelanjutan di kehidupan sosial mereka. Kedua, perlu dilakukan penelitian tentang model regenerasi terstruktur dalam ekstrakurikuler berbasis kompetisi, dengan fokus pada bagaimana mentransfer keahlian dari siswa senior ke junior secara sistematis agar prestasi non-akademik dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Ketiga, perlu dikaji lebih dalam mengenai efektivitas gabungan pendekatan kurikulum teknologis dan humanistik dalam mendukung keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan akhlak, serta bagaimana integrasi kedua pendekatan ini dapat dioptimalkan di sekolah dengan latar belakang geografis dan sosial ekonomi tertentu seperti MAN 3 Malang. Penelitian-penelitian ini dapat mengungkap strategi holistik dalam pengembangan peserta didik yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki moral dan spiritual yang kuat, serta mampu beradaptasi dalam berbagai kondisi pembelajaran. Dengan demikian, hasilnya dapat menjadi acuan bagi sekolah-sekolah serupa dalam merancang kebijakan pendidikan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Read online
File size525.42 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test