IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

MA'ALIM: Jurnal Pendidikan IslamMA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam

Pasca jatuhnya Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan salah satunya sistem pendidikan Islam. Perubahan politik dan reformasi yang terjadi membawa pengaruh signifikan terhadap cara pendidikan Islam dikelola dan dikembangkan. Dalam era disrupsi yang dipicu oleh kemajuan teknologi, globalisasi, dan lembaga pendidikan Islam misalnya pesantren dan madrasah ketika menghadapi tantangan yang unik dan kompleks. Tujuan penelitian untuk mengetahui pendidikan Islam di Indonesia pasca Orde Baru, mengidentifikasi dan mengevaluasi tantangan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam dalam era disrupsi. Serta mengetahui peran para lembaga pendidikan Islam yang tetap relevan dan efektif dalam konteks modern. Metode penelitian yang diterapkan adalah studi pustaka dengan mengkaji berbagai sumber literatur. Hasil dari penelitian ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam, membekali peserta didik dengan penguasaan ilmu dan teknologi secara optimal didukung dengan mentalitas keagamaan dan sosial yang baik, dan mencetuskan generasi bangsa yang baik dan benar. Era disrupsi menghadirkan tantangan pada kesenjangan digital, serta kebutuhan untuk menyeimbangkan antara nilai tradisional dan inovasi modern.

Setelah runtuhnya pemerintahan Orde Baru pada tahun 1998, Indonesia mengalami reformasi besar yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Islam.Perubahan dari sistem sentralisasi ke desentralisasi memberi ruang bagi lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dan madrasah untuk berinovasi dan beradaptasi sesuai kebutuhan lokal dan global.Untuk tetap relevan di era disrupsi, lembaga pendidikan Islam perlu menerapkan strategi adaptasi komprehensif, meningkatkan kapasitas pendidik dalam penggunaan teknologi, menyempurnakan kurikulum, serta memperkuat kolaborasi demi peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana penerapan kurikulum berbasis digital di pesantren dapat memengaruhi pemahaman keagamaan dan kemampuan teknologi santri secara bersamaan, untuk memastikan integrasi teknologi tidak mengikis nilai-nilai tradisional. Kedua, penting untuk meneliti model kolaborasi antara pesantren dengan lembaga pendidikan umum atau industri teknologi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis proyek yang menggabungkan keterampilan abad ke-21 dan pendidikan karakter islami. Ketiga, perlu dikaji secara mendalam mengenai efektivitas pendekatan pembelajaran hibrida (daring dan luring) di madrasah dalam mengatasi kesenjangan digital di daerah terpencil, serta bagaimana strategi ini dapat memperkuat ketahanan pendidikan Islam di tengah perubahan sosial dan teknologi yang cepat. Penelitian-penelitian ini akan membantu membangun sistem pendidikan Islam yang adaptif, inklusif, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman di tengah arus modernisasi.

  1. The Challenges of Islamic Religious Education in the Industrial Revolution 4.0 | Scaffolding: Jurnal... doi.org/10.37680/scaffolding.v4i3.2120The Challenges of Islamic Religious Education in the Industrial Revolution 4 0 Scaffolding Jurnal doi 10 37680 scaffolding v4i3 2120
  2. REKOGNISI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DI INDONESIA | Transformasi... e-jurnal.iainsorong.ac.id/index.php/Transformasi/article/view/336REKOGNISI KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PESANTREN SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN DI INDONESIA Transformasi e jurnal iainsorong ac index php Transformasi article view 336
  3. Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi | MA'ALIM:... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/maalim/article/view/9210Sejarah Pendidikan di Indonesia Pasca Orde Baru dan Tantangannya Menghadapi Era Disrupsi MAALIM jurnal iainponorogo ac index php maalim article view 9210
Read online
File size314.85 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test