POLIMEDIAPOLIMEDIA

Jurnal Ilmiah PublipreneurJurnal Ilmiah Publipreneur

Penata kamera wanita merupakan profesi yang baru ada di Indosiar pada awal tahun 2014. Sebelumnya profesi penata kamera hanya milik kaum pria. Karena adanya kebutuhan akan profesi penata kamera, dilakukan rekrutmen di mana kaum wanita diberikan kesempatan untuk menjadi penata kamera. Penelitian ini menjadi menarik karena ternyata untuk mendapat wanita yang ingin menjadi penata kamera bukanlah persoalan gampang. Oleh karena itu, bertujuan mencari dan menemukan jawaban atas eksistensi penata kamera wanita di Indosiar. Tentang bagaimana rekrutmennya, bagaimana kemampuan keterampilan penguasaan teknis berbagai jenis kamera. Keterampilan penggunaan kamera dengan acuan ilmu sinematografi. Apa saja tanggungjawabnya dalam produksi program siaran, serta aturan perusahaan kepada penata kamera wanita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus. Menggunakan banyak sumber untuk mendapat data yang valid. Studi kepustakaan, observasi, dan wawancara, dengan beberapa responden yang dianggap mewakili penelitian ini. Baik responden yang masih bekerja di Indosiar, maupun yang sudah purna bakti atau yang sudah pindah bekerja ke stasiun televisi lain. Dari hasil penelitian ini, diharapkan dapat memberikan sumbangan atau kontribusi pada perkembangan industri pertelevisian di Indonesia, perkembangan produksi karya audio visual pada umumnya, dan juga dapat memberikan informasi bidang kerja kepada wanita untuk berkarir di bidang tata kamera dalam industri televisi, film dan industri audio visual lainnya.

Eksistensi penata kamera wanita di Indosiar dimulai dari uji coba sukses pada acara siaran langsung peringatan Hari Kartini tahun 2000, yang menjadi dasar merekrut perempuan sebagai penata kamera mulai tahun 2014.Mereka diperlakukan setara dengan penata kamera pria, tanpa keistimewaan, serta dituntut menguasai keterampilan teknis dan non-teknis secara penuh.Penata kamera wanita memiliki kelebihan seperti ketelitian, inisiatif, menciptakan suasana kerja yang nyaman, dan sangat membantu dalam situasi tertentu seperti audisi terpisah berdasarkan gender, sementara kekurangan hanya muncul pada masa awal belajar dan tidak bersifat permanen.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh keberadaan penata kamera wanita terhadap dinamika kerja tim produksi televisi dari perspektif psikologis dan sosial, apakah kehadiran mereka secara konsisten menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif dan inovatif dibanding tim yang homogen secara gender. Kedua, penting untuk mengkaji secara mendalam tantangan fisik dan ergonomis yang dihadapi penata kamera wanita saat mengoperasikan peralatan berat seperti kamera handheld atau jimmy jip, serta bagaimana desain alat dan penyesuaian prosedur kerja dapat mengurangi beban tersebut tanpa mengorbankan kinerja. Ketiga, layak dieksplorasi pola rekrutmen dan jalur karier penata kamera wanita di luar Indosiar, termasuk faktor yang memengaruhi minat wanita muda untuk memasuki profesi ini, hambatan yang mereka hadapi, serta strategi yang efektif untuk meningkatkan partisipasi perempuan di bidang teknis produksi siaran. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan kualitatif saat ini dengan data sistematis yang dapat digunakan untuk merancang kebijakan ketenagakerjaan dan pelatihan yang lebih adil dan efektif di industri penyiaran Indonesia.

Read online
File size312.55 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test