UNESAUNESA

Jurnal BK UNESAJurnal BK UNESA

Keterampilan berpikir kritis peserta didik butuh dikembangkan agar mempunyai keterampilan hidup yang menunjang keberhasilannya. Penelitian bertujuan guna menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal dengan model problem based learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII-K SMP Negeri 19 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental. Bentuk desain yang digunakan adalah One Group Pretest-Posttest. Teknik analisis data menggunakan Statistic Parametric Paired Sample t-Test. Instrumen tes untuk mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik. Subjek penelitian kelas VII-K atas rekomendasi guru BK. Terlihat perbedaan dari rata-rata skor yang diperoleh peserta didik antara sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan model problem based learning sebesar 2,9 poin. Dapat ditarik kesimpulan layanan bimbingan klasikal dengan model problem based learning efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VII K SMP Negeri 19 Surabaya.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 19 Surabaya terhadap 33 peserta didik kelas VII-K dapat disimpulkan bimbingan klasikal model problem based learning efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik.Peserta didik awalnya belum memiliki cara bagaimana menyelesaikan masalah serta mempertimbangkan fakta-fakta yang ada, setelah adanya layanan memiliki peningkatan keterampilan dalam hal mengenali nilai-nilai pada dirinya sendiri yang sesuai dengan interpretasi, analisis, evaluasi, kesimpulan serta eksplanasi.Secara keseluruhan, peserta didik menunjukkan perkembangan yang bertahap dan positif dalam kemampuan berpikir kritis selama lima pertemuan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat menginvestigasi pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan berpikir kritis pada jenjang pendidikan yang berbeda, misalnya pada siswa SMA, untuk mengetahui apakah efektivitas model ini konsisten di berbagai tingkatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran kemampuan berpikir kritis yang lebih komprehensif dan valid, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keterampilan berpikir kritis yang relevan dengan kurikulum. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi peran faktor-faktor lain, seperti gaya belajar siswa atau motivasi belajar, dalam memoderasi hubungan antara penerapan model problem based learning dan peningkatan kemampuan berpikir kritis, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran.

  1. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN... jurnal.rakeyansantang.ac.id/index.php/ths/article/view/36PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN jurnal rakeyansantang ac index php ths article view 36
Read online
File size155.46 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test