ALFARABIALFARABI

J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, FathonahJ-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah

Kepemimpinan kepala sekolah adalah posisi penting dalam jalannya roda pendidikan. Gaya kepemimpinan bisa dipengaruhi oleh kedudukan gender. Khususnya dalam meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang menggunakan teknik pengumpulan data antara lain wawancara, observasi, diskusi lengkap terbuka dan terarah, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata gaya kepemimpinan perempuan di SDN 1 Langkaplancar merupakan gaya kepemimpinan transformasional. Dimana beliau selalu memiliki pandangan dan gerakan yang maju serta positif untuk mencapai tujuan madrasah secara bersama-sama. Hal ini tercermin dalam cara beliau memimpin rapat, menggagas ide-ide, hingga menerapkannya melalui berbagai program yang ada. Dampak lain dari kepemimpinan perempuan terlihat dalam berbagai aspek kegiatan guru di SDN 1 Langkaplancar, mulai dari proses perencanaan pembelajaran, penerapan pembelajaran, evaluasi, pemecahan masalah, pendampingan siswa, pembenahan fasilitas, hingga pembuatan program-program untuk sekolah. Pendampingan intensif beliau memastikan bahwa setiap guru dapat berkontribusi optimal untuk kemajuan sekolah.

Gaya kepemimpinan transformasional merupakan jenis gaya kepemimpinan yang diterapkan di SDN 1 Langkaplancar.Kepala sekolah berperan sebagai agen perubahan dan pendamping dalam meningkatkan kinerja guru.Kinerja guru mencakup tugas pokok dan fungsi terhadap siswa dan sekolah, termasuk kesiapan dalam pembelajaran dan pelaksanaan program sekolah.

Pertama, perlu diteliti bagaimana dinamika gender memengaruhi efektivitas komunikasi antara kepala sekolah perempuan dengan guru laki-laki di sekolah yang mayoritas gurunya laki-laki, mengingat dalam penelitian ini disebutkan adanya rasa canggung dalam memberi motivasi. Kedua, penting untuk mengkaji lebih lanjut mengenai strategi kepemimpinan transformasional dalam konteks sekolah yang dipimpin secara parsial (PLT) dan mengelola dua sekolah sekaligus, karena hal ini berpotensi memengaruhi kualitas pendampingan terhadap guru. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang model pendampingan intensif yang dilakukan kepala sekolah perempuan dalam membina kompetensi guru, khususnya dalam perencanaan pembelajaran dan pengembangan media, untuk melihat apakah model ini dapat direplikasi di sekolah lain dengan karakteristik serupa. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan pemahaman lebih dalam tentang tantangan operasional, aspek psikososial dalam hubungan kepemimpinan, serta potensi skalabilitas praktik kepemimpinan yang berhasil. Dengan demikian, dapat dirancang model pendukung yang lebih kuat bagi kepala sekolah perempuan di berbagai konteks sekolah. Studi lanjutan juga perlu mengeksplorasi bagaimana kepemimpinan transformasional berdampak jangka panjang terhadap retensi guru dan prestasi siswa. Selain itu, penting untuk melihat pengaruh budaya lokal terhadap penerimaan gaya kepemimpinan perempuan di daerah pedesaan. Penelitian juga bisa menguji perbandingan dengan sekolah serupa yang dipimpin laki-laki. Ini akan memberikan gambaran komprehensif tentang keunggulan dan keterbatasan masing-masing gaya.

  1. J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah. staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published... ejournal.alfarabi.ac.id/index.php/stafJ STAF Siddiq Tabligh Amanah Fathonah staf siddiq tabligh amanah fathonah journal issn 318x published ejournal alfarabi ac index php staf
  2. Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar |... doi.org/10.62515/staf.v4i1.647Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan dalam Meningkatkan Kinerja Guru di SDN 1 Langkaplancar doi 10 62515 staf v4i1 647
Read online
File size320.44 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test