STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)JETL (Journal of Education, Teaching and Learning)Penelitian ini secara sistematis mengkaji implementasi teknologi Augmented Reality (AR) dalam konteks pendidikan teknologi dan kejuruan selama periode 2020-2025. Melalui Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) terhadap 280 artikel dari database ScienceDirect, penelitian ini menganalisis tren, metodologi, efektivitas, tantangan, dan peluang pengembangan AR dalam pembelajaran kejuruan. Temuan utama menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi AR untuk meningkatkan kompetensi praktis siswa kejuruan, terutama di bidang teknik mekanik, elektronika, konstruksi, dan kesehatan. Analisis juga mengungkapkan bahwa implementasi AR dapat meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep teknis yang kompleks, dan pengembangan keterampilan psikomotor. Namun, tantangan seperti biaya pengembangan, infrastruktur teknologi, dan kebutuhan pelatihan pendidik tetap menjadi hambatan yang perlu diatasi. Penelitian ini menyediakan kerangka konseptual komprehensif untuk implementasi AR dalam pendidikan kejuruan serta rekomendasi untuk penelitian dan implikasi praktis bagi penyedia pendidikan kejuruan.
Tinjauan sistematis terhadap 280 studi tentang implementasi Augmented Reality (AR) dalam pendidikan kejuruan menunjukkan minat yang terus meningkat dan hasil positif konsisten dari integrasi AR, terutama antara 2020 dan 2023.AR terbukti sangat berpotensi meningkatkan hasil belajar, khususnya dalam pengembangan keterampilan psikomotor, motivasi, dan keterlibatan siswa di bidang kejuruan utama seperti teknik, elektronika, dan kesehatan.Meskipun AR berbasis penanda dan platform seluler tetap dominan, solusi lebih canggih seperti AR tanpa penanda dan kacamata AR mulai berkembang, dengan implementasi paling efektif ketika dikaitkan dengan pendekatan pedagogis eksperiensial dan berbasis kompetensi dalam lingkungan yang otentik dan menyerupai tempat kerja.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana integrasi Augmented Reality dengan kecerdasan buatan dapat menciptakan simulasi pembelajaran yang beradaptasi secara real-time berdasarkan kemajuan dan kesalahan siswa, sehingga setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang dipersonalisasi. Selain itu, perlu diteliti bagaimana sistem AR kolaboratif yang memungkinkan beberapa siswa dan instruktur berinteraksi secara simultan dalam lingkungan virtual dapat meningkatkan keterampilan kerja tim di bidang kejuruan, terutama di daerah dengan keterbatasan akses ke fasilitas pelatihan fisik. Terakhir, studi lebih lanjut sebaiknya fokus pada pengembangan standar konten AR yang interoperabel antar platform agar alat pembelajaran ini dapat diadopsi secara luas di sekolah kejuruan dengan infrastruktur beragam, termasuk di daerah terpencil, tanpa harus mengulang pengembangan dari nol setiap kali — sehingga mempercepat pemerataan kualitas pelatihan kejuruan berbasis teknologi di seluruh wilayah.
| File size | 336.29 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ALFA PUSTAKAALFA PUSTAKA Penelitian menunjukkan bahwa kompetensi bahasa Inggris siswa XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMK N 1 Angkola Timur berada pada level Pre‑A1 hinggaPenelitian menunjukkan bahwa kompetensi bahasa Inggris siswa XI jurusan Rekayasa Perangkat Lunak di SMK N 1 Angkola Timur berada pada level Pre‑A1 hingga
UNYUNY Hasil menunjukkan bahwa kesalahan paling umum adalah tanda baca, kapitalisasi, dan tata bahasa. Namun, pandangan peserta mengenai kesalahan ejaan berbedaHasil menunjukkan bahwa kesalahan paling umum adalah tanda baca, kapitalisasi, dan tata bahasa. Namun, pandangan peserta mengenai kesalahan ejaan berbeda
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil menunjukkan model penelitian memiliki kualitas psikometrik yang baik (Cronbachs Alpha > 0,925; AVE > 0,597). Evaluasi model struktural mengungkapkanHasil menunjukkan model penelitian memiliki kualitas psikometrik yang baik (Cronbachs Alpha > 0,925; AVE > 0,597). Evaluasi model struktural mengungkapkan
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Variabel yang paling dominan adalah sikap kewirausahaan (28,4%) dan efikasi diri (23,0%), sementara motivasi kewirausahaan dan pengalaman lapangan sangatVariabel yang paling dominan adalah sikap kewirausahaan (28,4%) dan efikasi diri (23,0%), sementara motivasi kewirausahaan dan pengalaman lapangan sangat
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil belajar (t = 4,382 > t-tabel = 2,306; p < 0,05), yang menandakan efektivitas media. Selanjutnya,Hasil uji-t menunjukkan perbedaan signifikan dalam hasil belajar (t = 4,382 > t-tabel = 2,306; p < 0,05), yang menandakan efektivitas media. Selanjutnya,
UMMUMM Ekstradisi, sebagai salah satu mekanisme utama, digunakan untuk membawa pelaku ke pengadilan, serta memberikan kontribusi pada upaya keamanan siber global.Ekstradisi, sebagai salah satu mekanisme utama, digunakan untuk membawa pelaku ke pengadilan, serta memberikan kontribusi pada upaya keamanan siber global.
WONOGIRIKABWONOGIRIKAB Hal ini dibuktikan dengan tercapainya 1) jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tes kemampuan menulis puisi ≥ KKM meningkat, 2) nilai rata-rata tesHal ini dibuktikan dengan tercapainya 1) jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tes kemampuan menulis puisi ≥ KKM meningkat, 2) nilai rata-rata tes
UNILAUNILA Hasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian IUPHKm dengan perubahan pola budidaya. Ada pengaruh negatif pola budidayaHasil yang diperoleh menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pemberian IUPHKm dengan perubahan pola budidaya. Ada pengaruh negatif pola budidaya
Useful /
ITBITB Program CSR di Indonesia masih bersifat filantropi jangka pendek. Keterlibatan masyarakat, monitoring, dan integrasi dengan kebijakan daerah sangat minim.Program CSR di Indonesia masih bersifat filantropi jangka pendek. Keterlibatan masyarakat, monitoring, dan integrasi dengan kebijakan daerah sangat minim.
UNESPADANGUNESPADANG Peningkatan ini terlihat dari aktivitas positif siswa yang semakin meningkat dan aktivitas negatif yang semakin menurun dari siklus pertama ke siklus kedua.Peningkatan ini terlihat dari aktivitas positif siswa yang semakin meningkat dan aktivitas negatif yang semakin menurun dari siklus pertama ke siklus kedua.
UNESPADANGUNESPADANG Pada siklus I, minat belajar siswa secara klasikal hanya 62. Pada siklus II terjadi peningkatan terhadap minat belajar siswa. Pada siklus II, minat belajarPada siklus I, minat belajar siswa secara klasikal hanya 62. Pada siklus II terjadi peningkatan terhadap minat belajar siswa. Pada siklus II, minat belajar
UNESPADANGUNESPADANG Kuesioner ini diberikan kepada 14 mahasiswa kelas membaca ekstensif dari program Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris di Universitas Ekasakti. MahasiswaKuesioner ini diberikan kepada 14 mahasiswa kelas membaca ekstensif dari program Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Inggris di Universitas Ekasakti. Mahasiswa