STIKESEUBSTIKESEUB
Jurnal Estu Utomo Health ScienceJurnal Estu Utomo Health ScienceTingginya angka stunting menjadi permasalahan nomor 3 dalam Renstra 2018-2023. Anak yang mengalami stunting pada masa awal kehidupan sampai lima tahun dikhawatirkan tidak akan mencapai potensi fisik dan mental/kecerdasan yang maksimal pada masa dewasa. Studi pendahuluan yang dilakukan di Kecamatan Andong Boyolali pada tanggal 2 Januari 2022 ditemukan bahwa desa yang memiliki jumlah balita stunting terbanyak yaitu Desa Kacangan, yaitu dari 288 balita terdapat 38 balita (13%) yang mengalami stunting. Metode penelitian menggunakan pendekatan analitik retrospektif case control dengan teknik proportional sampling yang terdiri dari 23 balita stunting dan 23 balita tidak stunting. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan adanya hubungan antara faktor kekurangan gizi kronis (KEK) dan anemia pada kehamilan, kejadian berat badan lahir rendah (BBLR), serta riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Diharapkan dapat dilakukan edukasi untuk pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Stunting merupakan dampak jangka panjang dari kekurangan gizi kronis pada anak yang dapat dicegah dengan pemenuhan gizi yang adekuat selama 1000 hari pertama kehidupan.Kejadian KEK dan anemia pada kehamilan, BBLR, serta riwayat pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian stunting pada balita.Upaya pencegahan stunting perlu dimulai sejak masa kehamilan melalui edukasi dan konseling gizi bagi ibu hamil.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh usia ibu saat hamil terhadap risiko stunting pada balita, terutama pada ibu dengan usia di bawah 20 tahun dan di atas 35 tahun, karena studi ini menemukan kelompok usia ekstrem berpotensi mengalami KEK dan anemia. Kedua, penting untuk mengkaji peran pola asuh non-ibu, seperti pengasuhan oleh nenek, dalam memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif dan pertumbuhan balita, mengingat adanya kasus balita stunting meski diberi ASI eksklusif. Ketiga, perlu dikembangkan penelitian tentang efektivitas intervensi gizi terpadu bagi ibu hamil dengan KEK dan anemia di desa-desa dengan prevalensi stunting tinggi, untuk mengetahui apakah pendekatan kolektif lebih efektif dibandingkan pendekatan individu dalam mencegah BBLR dan stunting. Penelitian-penelitian ini dapat saling melengkapi untuk membangun strategi pencegahan stunting yang lebih holistik dan berbasis konteks lokal.
| File size | 937.29 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Hasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan antara lamaHasil yang diperoleh dari analisis bivariat uji statistik chi-square menunjukkan bahwa nilai p = 0,895 > a 0,05. Kesimpulan tidak ada hubungan antara lama
ALMAATAALMAATA 21; 95%CI: 1. 77-10.04) sebagai faktor risiko stunting. Panjang badan lahir, tinggi badan ibu dan paparan pestisida merupakan faktor risiko stunting pada21; 95%CI: 1. 77-10.04) sebagai faktor risiko stunting. Panjang badan lahir, tinggi badan ibu dan paparan pestisida merupakan faktor risiko stunting pada
POLTEKKES PONTIANAKPOLTEKKES PONTIANAK Program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Indonesia wajib dilaksanakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian iniProgram Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) di Indonesia wajib dilaksanakan untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi nosokomial. Penelitian ini
UNIVERSITASMULIAUNIVERSITASMULIA Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan pada tahun 2023, terdapat 114 pasien yang terdiagnosa Tuberkulosis dan menjalani pengobatan di PuskesmasBerdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Balikpapan pada tahun 2023, terdapat 114 pasien yang terdiagnosa Tuberkulosis dan menjalani pengobatan di Puskesmas
LLDIKTI13LLDIKTI13 full-day school menyebabkan siswi berada di sekolah selama satu hari penuh dan selama itu harus menjaga personal hygiene mereka terutama di saat menstruasifull-day school menyebabkan siswi berada di sekolah selama satu hari penuh dan selama itu harus menjaga personal hygiene mereka terutama di saat menstruasi
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidratJenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang diteliti sebanyak 44 orang. Asupan karbohidrat
ITKAITKA Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh batita sebanyak 99 orang dan sampel sebanyak 99 orang balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu TotalPopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh batita sebanyak 99 orang dan sampel sebanyak 99 orang balita dengan teknik pengambilan sampel yaitu Total
UEUUEU 837 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan balita stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional837 balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan balita stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional
Useful /
STIKESEUBSTIKESEUB Swamedikasi ini sekarang telah menjadi tren global yang tidak hanya dinegara maju tetapi juga di negara-negara yang berkembang. BPS melaporkan dari hasilSwamedikasi ini sekarang telah menjadi tren global yang tidak hanya dinegara maju tetapi juga di negara-negara yang berkembang. BPS melaporkan dari hasil
STIKESEUBSTIKESEUB Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya pasien yang berobat jalan dan melakukan pengambilan obatPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya pasien yang berobat jalan dan melakukan pengambilan obat
UEUUEU Kasus IDO dapat memberikan dampak negatif baik bagi pasien maupun rumah sakit. Prevalensi IDO post Sectio Caesarea di RSUD Balaraja dalam kurun waktu 3Kasus IDO dapat memberikan dampak negatif baik bagi pasien maupun rumah sakit. Prevalensi IDO post Sectio Caesarea di RSUD Balaraja dalam kurun waktu 3
UEUUEU Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan tingkat kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari pada lansia di wilayahSehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan tingkat kemandirian dalam beraktivitas sehari-hari pada lansia di wilayah