IAHN GDEPUDJAIAHN GDEPUDJA

Sophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan MasyarakatSophia Dharma: Jurnal Filsafat, Agama Hindu, dan Masyarakat

AI meskipun memiliki manfaat bagi perkembangan kehidupan manusia. Namun, artificial intellegence juga mengancam dan beresiko bagi masa depan manusia. Hal tersebut dapat dilihat pada pengaruh dan dampak yang terjadi di semua aktivitas manusia. Artinya, pekerjaan manusia secara tidak langsung diambil alih oleh susunan algoritma yang dinamakan kecerdasan buatan. Manipulasi rasional yang dihasilkan AI memaksa manusia berusaha menemukan identitasnya. Tantangan AI seolah memperalah kebebasan manusia sebagai manusia rasional. Penelitian kualitatif ini menggunakan Max Horkheimer sebagai objek formal dan artificial intellegence sebagai objek material. Penelitian ini dilakukan menggunakan dua unsur metodis; fenomenologi sebagai upaya penulis untuk mengungkap tantangan sosial dalam menghadapi AI. Induksi digunakan sebagai penarikan kesimpulan dari beberapa data peneliti menemukan hasil penelitian yaitu masyarakat di era modern bagaimana menentukan fungsi AI sebagai identitasnya sebagai masyarakat rasional.

Masyarakat rasional menghadapi tantangan yang tidak mudah.Hal ini dikarenakan identitas rasional yang dibangun oleh masyarakat modern.Masyarakat seharusnya memahami bahwa dirinya terbelenggu secara individu maupun masyarakat.Sehingga, manusia menyerahkan dari untuk diperbudak oleh sebuah tatanan masyarakat digital.Meskipun, sudah diketahui bahwa masyarakat modern dianggap sebagai semu.Kemudian, masyarakat dalam situasi ini dapat secara kritis menyadari situasi sehingga dapat membebaskan diri menjadi ego yang nyata.Artinya, ego dalam mengontrol keteganggan arus modernisasi dan globalisasi tertutama pada sajian platform yang beragam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak AI terhadap perkembangan kognitif manusia, khususnya pada kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Penelitian ini dapat menggunakan metode eksperimen untuk mengukur perubahan kemampuan kognitif setelah terpapar penggunaan AI secara intensif. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana nilai-nilai etika dan moral dapat diintegrasikan ke dalam pengembangan dan penerapan AI, sehingga AI dapat digunakan secara bertanggung jawab dan tidak merugikan masyarakat. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan studi kasus untuk menganalisis implementasi etika AI di berbagai sektor. Ketiga, penelitian tentang bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan perubahan yang dibawa oleh AI, termasuk pengembangan keterampilan baru yang relevan dengan era digital, perlu dilakukan. Penelitian ini dapat menggunakan metode survei untuk mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan keterampilan yang paling mendesak bagi masyarakat.

  1. TEORI KRITIS DAN DIALEKTIKA PENCERAHAN MAX HORKHEIMER | Kurniawati | Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik... doi.org/10.33366/jisip.v10i2.2281TEORI KRITIS DAN DIALEKTIKA PENCERAHAN MAX HORKHEIMER Kurniawati Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik doi 10 33366 jisip v10i2 2281
  2. (PDF) Ulasan konsep tentang kecerdasan buatan. pdf ulasan konsep kecerdasan buatan technical report available... doi.org/10.13140/RG.2.2.20139.26409PDF Ulasan konsep tentang kecerdasan buatan pdf ulasan konsep kecerdasan buatan technical report available doi 10 13140 RG 2 2 20139 26409
  3. Sage Academic Books - Stardom and Celebrity: A Reader - The Culture Industry: Enlightenment as Mass Deception.... doi.org/10.4135/9781446269534.n4Sage Academic Books Stardom and Celebrity A Reader The Culture Industry Enlightenment as Mass Deception doi 10 4135 9781446269534 n4
Read online
File size384.6 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test