MORIAHMORIAH

Didache: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenDidache: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen

Realitas sosial masyarakat dan gereja Nias menunjukkan bahwa perempuan dihargai lebih rendah dari laki-laki karena faktor budaya dan pemahaman salah terhadap Kejadian 2:18-23, yang menyatakan laki-laki diciptakan terlebih dahulu. Hal ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian pustaka dan lapangan tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan menurut Kejadian 1:26-27 dan 2:18-23, serta penelitian lapangan tentang kesetaraan laki-laki dan perempuan dalam masyarakat dan Gereja Nias.

18-23 tidak ada pemberian pandangan bahwa laki-laki lebih tinggi daripada perempuan.Keduanya tidak hanya sekedar setara dalam keberbedaan, karena mereka berbeda tetapi tidak berpisah.Berbeda untuk saling melengkapi demi mewujudkan kemanusiaan yang sempurna sebagaimana yang Allah kehendaki.

Ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan untuk memecahkan masalah kesetaraan laki-laki dan perempuan di masyarakat Nias, yaitu para pemimpin gereja dan tokoh adat harus saling berkoordinasi dalam mengajarkan pedagogis pembelajaran solidaritas gender dan pembelajaran pelayanan gereja. Selain itu, dibutuhkan inventarisasi dan evaluasi pustaka yang ada di gereja dan masyarakat Nias agar diterima pengetahuan tentang kesetaraan gender offiziellen. Kegiatan pendidikan dan sosialisasi terhadap masyarakat dan gereja Nias adalah ide baru dan prasangka. Sebagai pihak yang berwenang unggulan cenderung malas melakukan kegiatan pengabdian sosial di pemerintahan daerah, oligarki di gereja dan masyarakat Nias perlu berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian kedua di masyarakat.

Read online
File size1.56 MB
Pages33
DMCAReport

Related /

ads-block-test