STAIARROSYIDSTAIARROSYID

BHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan PemikiranBHINNEKA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran

Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran pokok di sekolah yang digunakan untuk mengasah keterampilan siswa seperti keterampilan berbicara, menyimak, mendengar, dan menulis. Siswa di sekolah dituntut untuk dapat menggunakan Bahasa Indonesia dengan benar, membaca maupun menulis. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) merupakan suatu penelitian yang mencermati kegiatan belajar siswa dengan memberikan sebuah tindakan yang sengaja dimunculkan. Pelaksanaan tindakan PTK dilaksanakan dalam beberapa periode atau siklus. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah dilakukan tindakan. Persentase siswa yang belum tuntas mengalami penurunan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 63,1 % menjadi 0 %). Persentase siswa yang sudah tuntas mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 (dari 37 % menjadi 100%). Indikator keberhasilan PTK ini adalah, bahwa PTK ini dikatakan berhasil jika persentase siswa yang nilai hasil belajarnya sudah tuntas mencapai minimal 85%. Dari tabel menunjukkan bahwa persentase siswa yang nilainya tuntas sudah mencapai 100%, maka PTK sudah berhasil.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Make a Match dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam memahami teks penjelasan, dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VI MI Maarif Klangon.Proses pembelajaran dengan model ini melibatkan beberapa tahapan, mulai dari penjelasan tujuan pembelajaran, penentuan topik, pembagian kelompok, pemberian kartu soal dan jawaban, hingga kesimpulan bersama.Peningkatan hasil belajar siswa terlihat signifikan dari siklus 1 ke siklus 2, dengan persentase ketuntasan mencapai 100%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas model Make a Match pada materi pembelajaran Bahasa Indonesia yang berbeda, seperti teks deskriptif atau teks naratif, untuk melihat apakah model ini dapat memberikan hasil yang konsisten. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi model Make a Match, seperti gaya belajar siswa, kemampuan guru dalam mengelola kelas, dan ketersediaan sumber daya pembelajaran. Ketiga, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak peserta didik dan sekolah untuk memperluas generalisasi hasil penelitian dan mengidentifikasi potensi adaptasi model Make a Match dalam konteks pembelajaran yang lebih luas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode pembelajaran Bahasa Indonesia yang lebih efektif dan inovatif, serta meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

  1. Journal of Early Childhood Education Care and Education. applying discipline character parents teachers... journal2.uad.ac.id/index.php/jecce/article/view/4004Journal of Early Childhood Education Care and Education applying discipline character parents teachers journal2 uad ac index php jecce article view 4004
  2. PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MEDIA KARTU SOAL DAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO... journal.upgris.ac.id/index.php/aksioma/article/view/1419PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MEDIA KARTU SOAL DAN MODEL PEMBELAJARAN ROTATING TRIO journal upgris ac index php aksioma article view 1419
Read online
File size221.61 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test