BALELITERASIBALELITERASI

Journal of Educational StudiesJournal of Educational Studies

Tujuan penelitian ini adalah mengenai pendekatan contextualized, gamified, dan technology-supported dalam pembelajaran kosakata dalam situasi English as a Foreign Language (EFL). Pembelajaran yang contextualized sangat meningkatkan pemahaman dan retensi dengan menempatkan terminologi dalam konteks yang relevan. Quizlet dan alat-alat gamified lainnya meningkatkan akuisisi kosakata dan motivasi siswa, sedangkan sumber multimedia seperti film dengan subtitle meningkatkan kosakata reseptif dan pengetahuan budaya. Menurut hasil pre- dan post-test kuantitatif dan data kualitatif dari wawancara yang dilakukan menggunakan pendekatan mixed-methods, pendekatan kooperatif dan peka budaya mempromosikan partisipasi dan penggunaan bahasa yang berguna. Pendekatan blended yang menggabungkan metode konvensional dan digital terbukti cukup sukses meskipun menghadapi tantangan seperti disparitas literasi digital dan akses teknologi yang tidak merata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan instruksional yang fleksibel diperlukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan kosakata EFL dapat direvolusi dengan mengintegrasikan pendekatan contextualized, interaktif, dan technology-enhanced. Untuk memastikan pendidikan inklusif bagi semua siswa, disarankan untuk menghilangkan hambatan akses teknologi dan melakukan penelitian lebih lanjut tentang pendekatan yang dapat dikembangkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan contextualized, gamified, dan teknologi-diperkuat dalam pengajaran kosakata dapat memiliki efek transformasional dalam lingkungan EFL.Pembelajaran yang contextualized membantu siswa membentuk hubungan yang kuat antara kata dan penggunaan praktis, sedangkan sumber daya gamified seperti Quizlet meningkatkan motivasi dan memori secara signifikan.Materi multimedia, terutama film dengan subtitle, memiliki dua fungsi.mereka meningkatkan kosakata dan meningkatkan pemahaman budaya.Meskipun demikian, disparitas teknologi dan kesenjangan literasi digital tetap ada, yang menekankan pentingnya strategi hybrid yang menggabungkan pendekatan konvensional dan modern.Pendekatan pengajaran yang kolaboratif dan peka budaya menekankan nilai kegiatan inklusif dan partisipatif sekaligus menambah pengalaman pembelajaran kosakata yang menyeluruh.Ujian contextualized dan sistem umpan balik memastikan bahwa pembelajaran siswa selalu dilacak dan diarahkan.Untuk meningkatkan efektivitas dan jangkauan pendekatan ini, hambatan struktural terhadap akses teknologi harus diatasi.Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata harus terus inovatif.Guru harus tetap fleksibel untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berubah dengan mengintegrasikan pendekatan dan teknologi pembelajaran baru.Penelitian masa depan harus fokus pada skalabilitas dan efektivitas jangka panjang pendekatan ini untuk memberikan solusi jangka panjang bagi berbagai lingkungan pendidikan.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada skalabilitas dan efektivitas jangka panjang pendekatan contextualized, gamified, dan teknologi-diperkuat dalam pengajaran kosakata. Penelitian longitudinal dapat memberikan wawasan berharga tentang dampak jangka panjang pendekatan ini. Selain itu, penting untuk mengatasi hambatan struktural terhadap akses teknologi untuk memastikan semua siswa dapat memanfaatkan strategi pembelajaran inovatif ini. Akhirnya, penelitian dapat mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengatasi kesenjangan pendidikan di seluruh dunia dan memastikan semua siswa, terlepas dari situasi mereka, memiliki akses ke peluang akuisisi bahasa yang sukses.

  1. WEBTOONS POTENTIALS TO ENHANCE EFL STUDENTS VOCABULARY | Novanti | Journal of Research on Language Education.... doi.org/10.33365/jorle.v2i2.1311WEBTOONS POTENTIALS TO ENHANCE EFL STUDENTS VOCABULARY Novanti Journal of Research on Language Education doi 10 33365 jorle v2i2 1311
Read online
File size134.7 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test