UBMUBM

Jurnal Algoritma, Logika dan KomputasiJurnal Algoritma, Logika dan Komputasi

Hal terburuk dari kegagalan finansial adalah kebangkrutan. Kebangkrutan suatu perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangan. Hasil analisis laporan keuangan sangat berguna bagi pimpinan perusahaan dan investor untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari perusahaan. Analisis laporan keuangan dapat dilakukan dengan menghitung rasio keuangan. Penelitian ini menggunakan lima variabel rasio keuangan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan jaringan syaraf tiruan yang berulang penerapan model Elman. Data sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 50 perusahaan yang terdaftar di BEI periode 2007-2010. Data dibagi menjadi dua kelompok, 80% untuk data pelatihan dan 20% untuk data uji. Berdasarkan fungsi yang didapatkan dari hasil data pelatihan, 10 perusahaan akan diuji. Hasil terbaik dari pengujian menunjukkan bahwa 9 dari 10 mendapat data yang benar.

Aplikasi prediksi kebangkrutan ini telah berhasil dirancang dan diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web untuk memprediksi perusahaan.Penerapan jaringan saraf tiruan recurrent model Elman telah berhasil memberikan kemungkinan atas kondisi perusahaan berdasarkan laporan keuangan masing-masing perusahaan.Hasil pengujian dengan menggunakan 10 unit hidden layer menunjukkan bahwa 9 dari 10 perusahaan yang diuji mendekati kondisi perusahaan yang sebenarnya.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran untuk penelitian lanjutan. Pertama, perlu dikembangkan aplikasi ini agar dapat menganalisa lebih dalam dan memberikan solusi terhadap kondisi perusahaan yang dinyatakan bangkrut, misalnya dengan mengintegrasikan algoritma lain untuk pengelompokkan kondisi perusahaan secara lebih mendetail. Kedua, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut mengenai arsitektur jaringan saraf tiruan, seperti dengan menambahkan lebih dari satu lapisan tersembunyi (hidden layer) untuk meningkatkan kemampuan jaringan dalam mengenali pola data pelatihan dan meningkatkan akurasi prediksi. Ketiga, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan model prediksi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor-faktor non-keuangan seperti kondisi makroekonomi, faktor industri, dan kualitas manajemen perusahaan, sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai potensi kebangkrutan suatu perusahaan. Pengembangan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam membantu investor dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengambilan keputusan yang lebih tepat dan terinformasi.

Read online
File size509.93 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test