AHMARAHMAR
ARRUS Journal of Mathematics and Applied ScienceARRUS Journal of Mathematics and Applied SciencePenelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tingkat kognitif UTS dan UAS yang dibuat oleh guru matematika kelas VII. Subjek penelitian adalah soal-soal UTS dan UAS kelas VII yang dibuat oleh guru matematika di salah satu SMP di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, klasifikasi, dan wawancara. Instrumen yang digunakan adalah lembar klasifikasi level kognitif, lembar dokumentasi, dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh dua validator ahli. Teknik analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal-soal UTS dan UAS didominasi oleh tingkat pemahaman dengan persentase 50% dan 10 item dalam proses kognitif memahami. Tingkat penerapan memiliki persentase 45% dan 9 item dalam proses kognitif menerapkan, sedangkan tingkat penalaran memiliki persentase 5% dan 1 item dalam proses kognitif menganalisis.
Persentase soal UTS dan UAS pada level 1 pemahaman yaitu 50% dengan proses kognitif memahami (C2).Subbagian memahami menunjukkan siswa menafsirkan, mengklasifikasikan, dan menjelaskan sebab akibat.Pada level 2 penerapan dengan proses kognitif menerapkan memiliki persentase 45% dengan siswa dituntut menyelesaikan masalah menggunakan prosedur rutin yang telah dipelajari sebelumnya.Sedangkan pada level tertinggi yaitu penalaran memiliki persentase 5% dengan proses kognitif menganalisis (C4) dengan menunjukkan siswa mengidentifikasi unsur yang relevan dan tidak relevan.
Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang efektivitas penggunaan taksonomi Bloom dalam mengukur tingkat kognitif siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan soal-soal dengan tingkat kognitif yang bervariasi. Selain itu, penelitian juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam mencapai tingkat kognitif yang lebih tinggi. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan metode pengajaran dan evaluasi yang lebih efektif.
| File size | 741.83 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Untuk mencapai tujuan tersebut, ada empat tahap utama yang membentuk siklus PTK, mencakup atas pembuatan rencana, implementasi, pengamatan, dan refleksi.Untuk mencapai tujuan tersebut, ada empat tahap utama yang membentuk siklus PTK, mencakup atas pembuatan rencana, implementasi, pengamatan, dan refleksi.
AFEKSIAFEKSI Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari dua siklus dan melibatkan tiga puluh siswa. Format penilaian digunakanMetode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) digunakan dalam penelitian ini, yang terdiri dari dua siklus dan melibatkan tiga puluh siswa. Format penilaian digunakan
UNBARIUNBARI Instrumen studi kasus dalam penelitian kualitatif harus mampu melengkapi data dan membandingkannya dengan fakta di lapangan. Kasus dipilih karena diyakiniInstrumen studi kasus dalam penelitian kualitatif harus mampu melengkapi data dan membandingkannya dengan fakta di lapangan. Kasus dipilih karena diyakini
MAHADEWAMAHADEWA Data dari jurnal yang peneliti jadikan pedoman memiliki tanggapan positif. Didapatkan peningkatan sebesar 19,3 dari rata -rata awal 49,57 menjadi 69,10.Data dari jurnal yang peneliti jadikan pedoman memiliki tanggapan positif. Didapatkan peningkatan sebesar 19,3 dari rata -rata awal 49,57 menjadi 69,10.
UNISMUHUNISMUH Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam tahapan siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Jenis penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kelas) yang dilakukan dalam tahapan siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
UMIUMI Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama sehari, dengan materi Pengenalan Beberapa Alternatif Media Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi COVID-19.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan selama sehari, dengan materi Pengenalan Beberapa Alternatif Media Pembelajaran Daring Pada Masa Pandemi COVID-19.
UCYUCY Siswa kesulitan dalam menentukan nilai kebenaran kalimat majemuk. Faktor Sosial (kurang motivasi dari orang tua atau guru). Faktor Emosional (tekanan dariSiswa kesulitan dalam menentukan nilai kebenaran kalimat majemuk. Faktor Sosial (kurang motivasi dari orang tua atau guru). Faktor Emosional (tekanan dari
UCYUCY Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action ResearchMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu. Jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research
Useful /
AFEKSIAFEKSI Penelitian ini berfokus pada strategi pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SDN 1 Tanjungsari. Tujuan dariPenelitian ini berfokus pada strategi pengelolaan pembelajaran yang dilakukan guru kelas IV pada mata pelajaran IPAS di SDN 1 Tanjungsari. Tujuan dari
AFEKSIAFEKSI Analisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, uji t dua sampel independen, serta perhitungan N-Gain. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antaraAnalisis data mencakup uji normalitas, homogenitas, uji t dua sampel independen, serta perhitungan N-Gain. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara
AFEKSIAFEKSI Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 24 orangMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 24 orang
BDKJAKARTABDKJAKARTA strategi pedagogis yang berpusat pada pembentukan karakter etis. dan kepemimpinan yang menjadi teladan bagi nilai-nilai Islam. Guru memainkan peran vitalstrategi pedagogis yang berpusat pada pembentukan karakter etis. dan kepemimpinan yang menjadi teladan bagi nilai-nilai Islam. Guru memainkan peran vital