BDKJAKARTABDKJAKARTA

Wawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan JakartaWawasan: Jurnal Kediklatan Balai Diklat Keagamaan Jakarta

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai-nilai ilmiah dan nilai-nilai moral dalam pendidikan Islam dari perspektif aksiologis, dengan penekanan khusus pada peran manajemen pendidikan dalam membentuk peserta didik yang holistik. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan metode studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur klasik dan kontemporer yang berkaitan dengan filsafat pendidikan Islam, manajemen pendidikan, serta nilai-nilai etika dan spiritual dalam pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa institusi pendidikan Islam masih menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pencapaian kognitif dengan pembentukan karakter. Kurikulum yang terfragmentasi, minimnya pelatihan guru berbasis nilai, dan pengaruh paradigma sekuler menjadi faktor penyebab utama. Meski demikian, penelitian ini juga menemukan praktik-praktik integratif yang efektif, seperti pendidikan karakter berbasis tauhid, pendekatan pedagogis nilai-orientatif, serta pelibatan masyarakat dalam pendidikan. Dengan merujuk pada pemikiran Al-Attas dan Al-Faruqi, penelitian ini menekankan pentingnya epistemologi Islam yang menyatukan ilmu yang diwahyukan (naqli) dan ilmu yang diperoleh (aqli) sebagai dasar pengembangan insan kamil—individu yang cerdas secara intelektual, luhur secara moral, dan bertanggung jawab secara sosial. Artikel ini merekomendasikan reformasi kurikulum, penguatan pelatihan guru, serta manajemen berbasis nilai sebagai strategi utama dalam membangun sistem pendidikan Islam yang utuh dan transformatif. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan bagi para akademisi, praktisi pendidikan, dan pembuat kebijakan dalam merancang manajemen pendidikan Islam yang berbasis nilai secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.

Penelitian ini menegaskan bahwa nilai-nilai aksiologis yang berasal dari Al-Quran dan Hadits, seperti keadilan, kejujuran, belas kasihan, kepercayaan, dan tanggung jawab, harus menjadi komponen esensial dalam desain dan kepemimpinan pendidikan.77-78) menyajikan kerangka kerja yang efektif untuk mengembangkan individu yang secara moral teguh, mampu secara intelektual, dan bertanggung jawab secara sosial.Kontribusi filosofis dari para cendekiawan seperti Al-Attas, Al-Faruqi, dan Assegaf memperkuat kebutuhan akan epistemologi yang bersatu berdasarkan Tauhid, di mana pengetahuan yang diwahyukan (naqli) dan diperoleh (aqli) diselaraskan untuk membentuk Insan Kamil—kepribadian Muslim yang ideal dan terintegrasi.Manajemen pendidikan Islam, karenanya, harus melampaui efisiensi administratif dan secara aktif memupuk keunggulan moral.Hal ini membutuhkan pengembangan kurikulum yang menggabungkan disiplin-disiplin ilmiah.strategi pedagogis yang berpusat pada pembentukan karakter etis.dan kepemimpinan yang menjadi teladan bagi nilai-nilai Islam.Guru memainkan peran vital tidak hanya sebagai ahli konten tetapi juga sebagai teladan moral.Manajemen berbasis nilai adalah kunci untuk mengubah institusi pendidikan Islam menjadi agen kemajuan spiritual, moral, dan intelektual.

Untuk meningkatkan manajemen pendidikan Islam dalam kerangka aksiologis, disarankan untuk melakukan reformasi kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam, mendorong pelatihan guru yang komprehensif dan pengembangan profesional yang berkelanjutan, mengadopsi model pembelajaran yang transformatif dan berpusat pada siswa, memastikan bahwa visi, misi, dan tujuan strategis sekolah berakar pada prinsip-prinsip aksiologis, serta mengembangkan alat penilaian holistik dan mendukung penelitian dan inovasi dalam bidang pendidikan Islam.

  1. Manajemen Asrama di Pesantren | Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan. manajemen asrama pesantren... doi.org/10.29240/jsmp.v3i2.944Manajemen Asrama di Pesantren Tadbir Jurnal Studi Manajemen Pendidikan manajemen asrama pesantren doi 10 29240 jsmp v3i2 944
Read online
File size1.03 MB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test