STTKAOSTTKAO

Jurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidikaJurnal of Theological Students, jurnal teologi, jurnal pendidika

Penelitian ini mengeksplorasi Beth-el Tabernakel Kristus Penolong Timika, dengan berfokus pada proses, faktor, dan metode yang digunakan. Menggunakan metode kualitatif, wawancara dilakukan terhadap 10 responden untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas jemaat berasal dari suku Toraja. Strategi penginjilan yang diterapkan lebih berfokus pada keluarga dan individu terdekat, sehingga metode penginjilan kontekstual kurang efektif terwujud. Meskipun demikian, jumlah jemaat terus bertumbuh dan anggota diberdayakan untuk melakukan penginjilan. Upaya perintisan gereja ini menunjukkan pertumbuhan jemaat yang signifikan.

Penginjilan kontekstual oleh Gereja Beth-el Tabernakel Jemaat Kristus Penolong Timika belum maksimal karena hanya sebagian kecil jemaat yang melakukannya, itu pun tidak secara berkala.Model penginjilan yang dominan adalah visitasi keluarga dan kesaksian pribadi, yang kurang efektif menjangkau orang asli Papua.Penelitian menunjukkan bahwa gereja tidak mengajarkan semua model dan metode penginjilan yang relevan untuk mendukung penjangkauan jiwa baru, terutama orang asli Papua.Gereja perlu menyediakan pelatihan khusus tentang penginjilan kontekstual dan membentuk tim penginjilan yang fokus pada suku asli Papua.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas model penginjilan yang disesuaikan dengan budaya dan adat istiadat masyarakat Papua, khususnya dalam menjangkau generasi muda. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan Injil secara lebih relevan dan menarik bagi generasi muda Papua. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana peran pemimpin gereja dalam mendorong dan memfasilitasi penginjilan kontekstual di tingkat lokal. Penelitian ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen dan kemampuan pemimpin gereja dalam menerapkan strategi penginjilan yang efektif. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana membangun kemitraan yang kuat antara gereja dengan lembaga-lembaga sosial dan pemerintah setempat dalam upaya pelayanan dan penginjilan di masyarakat Papua. Dengan membangun kemitraan yang strategis, gereja dapat memperluas jangkauan pelayanan dan memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Read online
File size399.07 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test