UNSIKAUNSIKA

English Ideas: Journal of English Language EducationEnglish Ideas: Journal of English Language Education

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan yang paling sering terjadi dan mengetahui sumber kesalahan signifikan dalam pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris yang dilakukan oleh siswa EFL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan studi interpretatif untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Partisipan dalam penelitian ini adalah lima siswa kelas dua di sebuah sekolah berasrama Islam kejuruan Cianjur. Tes dan wawancara digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris adalah bunyi /æ/ dengan persentase 36,15% dan sumber kesalahan signifikan dalam pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris adalah transfer interlingual dengan persentase 62,65%. Dengan menganalisis kesalahan pengucapan siswa, guru bahasa Inggris dapat mengetahui kelemahan siswa sehingga guru bahasa Inggris dapat memberikan koreksi. Selain itu, siswa yang mendapatkan koreksi dapat lebih menyadari pengucapan mereka sehingga mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama di masa depan.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa bunyi /æ/ adalah kesalahan yang paling sering terjadi dalam pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris yang dilakukan oleh siswa dengan persentase 36,15%.Sumber kesalahan signifikan dalam pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris adalah transfer interlingual dengan persentase 62,65%.Oleh karena itu, penting bagi guru bahasa Inggris untuk memberikan penjelasan tentang cara pengucapan bunyi vokal pendek bahasa Inggris dan memberikan koreksi kepada siswa agar mereka dapat meningkatkan kemampuan pengucapan mereka.

Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas berbagai metode pengajaran pengucapan, seperti penggunaan teknologi atau pendekatan berbasis permainan, dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa EFL. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi dan analisis kesalahan pengucapan bunyi konsonan bahasa Inggris yang sering dilakukan oleh siswa EFL, sehingga dapat dikembangkan strategi pembelajaran yang lebih spesifik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor-faktor sosio-kultural terhadap kemampuan pengucapan siswa EFL, seperti paparan terhadap bahasa Inggris di luar kelas atau motivasi belajar. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan kemampuan pengucapan siswa EFL, serta berkontribusi pada pengembangan praktik pengajaran yang lebih efektif dan relevan.

Read online
File size544.15 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test