UKMCUKMC
Jurnal Laboratorium PrimaJurnal Laboratorium PrimaPemeriksaan hemoglobin merupakan salah satu pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium klinik yang bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dalam tubuh seseorang. Sampel pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan hemoglobin merupakan darah dengan antikoagulan EDTA. Antikoagulan berperan untuk menonaktifkan faktor pembekuan darah. Maka dari itu, darah yang telah dimasukkan kedalam tabung dengan antikoagulan harus segera dihomogenisasi primer. Pada pelaksanaan dilapangan, sampel darah yang sudah ditampung biasanya tidak langsung diperiksa sehingga terjadi penundaan. Darah yang telah dihomogenisasi primer jika didiamkan akan mengalami pengendapan. Maka dari itu, sampel darah harus dihomogenisasi kembali (homogenisasi sekunder) sebelum dilakukan pemeriksaan. Untuk melihat apakah ada perbedaan kadar hemoglobin yang dihomogenisasi sekunder sebanyak 2 dan 8 kali setelah didiamkan selama 30 menit. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian cross sectional. Subjek penelitian yang diperiksa sebanyak 32 orang. Subjek penelitian dilakukan pengambilan darah sebanyak 2 tabung lalu masing-masing tabung dihomogenisasi primer 8 kali dan didiamkan selama 30 menit. Setelah 30 menit, tabung dengan kode A dihomogenisasi sekunder 2 kali lalu diperiksa pada alat Sysmex XP-100 dan tabung dengan kode B dihomogenisasi sekunder 8 kali lalu diperiksa pada alat Sysmex XP-100. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Kadar hemoglobin untuk tabung yang dihomogenisasi sekunder 2 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan standar deviasi (SD) 1,17 g/dL sedangkan untuk tabung yang dihomogenisasi sekunder 8 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan SD 1,13 g/dL. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat p = 0,567 (>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna dari hasil tabung yang dihomogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali. Pada penelitian selanjutnya, jumlah sampel yang digunakan harus diperbanyak lagi.
Berdasarkan peneltian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,17 g/dL.Kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 8 kali diperoleh nilai mean 13,2 g/dL dan nilai SD 1,13 g/dL.Tidak terdapat perbedaan bermakna kadar hemoglobin pada darah yang dihomogenisasi sekunder 2 kali dan 8 kali dengan nilai p 0,567 (α>0,05).
Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar jumlah sampel yang digunakan dapat diperbanyak lagi. Hal ini diharapkan dapat menggambarkan seluruh populasi. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis antikoagulan dan metode homogenisasi sekunder yang berbeda untuk melihat pengaruhnya terhadap hasil pemeriksaan kadar hemoglobin. Penelitian juga dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor lain seperti suhu penyimpanan dan waktu penundaan pemeriksaan.
| File size | 204.02 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Sedangkan hasil uji Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai signifikansi (p) 0. 000 yaitu 0. 973, yang berarti lama penundaanSedangkan hasil uji Spearman menunjukkan nilai koefisien korelasi lebih besar dari nilai signifikansi (p) 0. 000 yaitu 0. 973, yang berarti lama penundaan
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Hasil studi memperlihatkan bahwasanya dengan cara simultan variabel tenaga kerja, benih, pupuk, pestisida, modal serta luas lahan berdampak signifikanHasil studi memperlihatkan bahwasanya dengan cara simultan variabel tenaga kerja, benih, pupuk, pestisida, modal serta luas lahan berdampak signifikan
IAINIAIN Hasil penilaian menunjukkan bahwa modul sangat layak digunakan dengan skor validasi 83% dari ahli materi, 82% dari ahli bahasa, dan 81% dari penilaianHasil penilaian menunjukkan bahwa modul sangat layak digunakan dengan skor validasi 83% dari ahli materi, 82% dari ahli bahasa, dan 81% dari penilaian
IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN Temuan ini menegaskan bahwa kompetensi dosen yang mencakup aspek pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial berperan penting dalam menciptakan pengalamanTemuan ini menegaskan bahwa kompetensi dosen yang mencakup aspek pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial berperan penting dalam menciptakan pengalaman
IAINIAIN Hasil penelitian pengembangan (R&D) menunjukkan bahwa pengembangan teori Kecerdasan Majemuk untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran adaptif pada siswaHasil penelitian pengembangan (R&D) menunjukkan bahwa pengembangan teori Kecerdasan Majemuk untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran adaptif pada siswa
JURNALBIKESJURNALBIKES Berdasarkan penelitian, pengetahuan pasien diabetes melitus di RS Vita Insani tergolong kurang (56,7%). Sikap pasien menunjukkan keseimbangan antara positifBerdasarkan penelitian, pengetahuan pasien diabetes melitus di RS Vita Insani tergolong kurang (56,7%). Sikap pasien menunjukkan keseimbangan antara positif
JURNALBIKESJURNALBIKES Untuk mengetahui efektivitas teh daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di KelurahanUntuk mengetahui efektivitas teh daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi) terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi di Kelurahan
UMBJMUMBJM Hal ini menandakan pada daun kapuk randu yang paling efektif dalam proses menyari senyawa flavonoid adalah menggunakan pelarut etanol 70%. Serta berdasarkanHal ini menandakan pada daun kapuk randu yang paling efektif dalam proses menyari senyawa flavonoid adalah menggunakan pelarut etanol 70%. Serta berdasarkan
Useful /
PORTALPUBLIKASIPORTALPUBLIKASI Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlahPenelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dan diperoleh sampel dalam penelitian ini berjumlah
UMBJMUMBJM Salah satu dampak proses penuaan pada lansia adalah penurunan fungsi otot dan tulang, yang dapat menyebabkan insiden jatuh. Gangguan muskuloskeletal merupakanSalah satu dampak proses penuaan pada lansia adalah penurunan fungsi otot dan tulang, yang dapat menyebabkan insiden jatuh. Gangguan muskuloskeletal merupakan
UMBJMUMBJM 637. Pada Tahun 2020 penyakit maag termasuk penyakit terbanyak di Kalimantan selatan dengan urutan ke 3 dengan jumlah kasus yaitu 18,213. Berdasarkan hasil637. Pada Tahun 2020 penyakit maag termasuk penyakit terbanyak di Kalimantan selatan dengan urutan ke 3 dengan jumlah kasus yaitu 18,213. Berdasarkan hasil
UNDANAUNDANA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja usahatani jagung melalui kegiatan pertanian yang dilakukan oleh BUMDes Honihama pada tahun 2019 menghasilkanHasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja usahatani jagung melalui kegiatan pertanian yang dilakukan oleh BUMDes Honihama pada tahun 2019 menghasilkan