UINSIUINSI
BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalBOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity JournalPenelitian ini bertujuan untuk memahami cara menerapkan pembelajaran dengan media playdough untuk meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak usia dini (5-6 tahun). Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara pada 23 siswa (11 perempuan, 12 laki-laki) di RA Al-Islamiyah Al-Khalidiyah Samarinda. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kecerdasan visual-spasial siswa, dengan keberhasilan 67% pada siklus I dan 81% pada siklus II, yang termasuk dalam kategori berkembang sangat baik (BSB). Penelitian menyimpulkan bahwa media playdough dapat meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak.
Penelitian ini menunjukkan bahwa bermain playdough efektif dalam meningkatkan kecerdasan visual-spasial anak usia dini.Peningkatan ini terlihat dari peningkatan persentase indikator keberhasilan kelas, mencapai 81% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB).Oleh karena itu, penggunaan media playdough dapat menjadi strategi yang efektif untuk mengembangkan potensi visual-spasial anak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh playdough terhadap aspek perkembangan anak lainnya, seperti kemampuan motorik halus dan kreativitas. Kedua, perlu dilakukan studi komparatif untuk membandingkan efektivitas playdough dengan media pembelajaran lain dalam meningkatkan kecerdasan visual-spasial. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan variasi kegiatan playdough yang lebih inovatif dan menarik untuk memaksimalkan potensi pembelajaran anak. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang peran playdough dalam pendidikan anak usia dini dan memberikan kontribusi pada pengembangan kurikulum yang lebih efektif dan menyenangkan bagi anak-anak.
- Implementasi play dough Dalam Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini | DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan... Doi.Org/10.61104/Jd.V1i1.25Implementasi play dough Dalam Pengembangan Motorik Halus Anak Usia Dini DZURRIYAT Jurnal Pendidikan Doi Org 10 61104 Jd V1i1 25
- The Influence of Playdough Media on the Achievement of Cognitive Development of Children Aged 4-5 Years... Doi.Org/10.55927/Ajae.V2i3.5127The Influence of Playdough Media on the Achievement of Cognitive Development of Children Aged 4 5 Years Doi Org 10 55927 Ajae V2i3 5127
- Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun melalui Media Magic Puffer Ball | Jurnal Obsesi : Jurnal... obsesi.or.id/index.php/obsesi/article/view/180Meningkatkan Kreativitas Anak Usia 5 6 Tahun melalui Media Magic Puffer Ball Jurnal Obsesi Jurnal obsesi index php obsesi article view 180
| File size | 606.5 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSIUINSI Anak yang semulanya ada yang belum mampu meronce hingga akhirnya anak mampu untuk meronce pada pertemuan selanjutnya. Peningkatan total dari pertemuanAnak yang semulanya ada yang belum mampu meronce hingga akhirnya anak mampu untuk meronce pada pertemuan selanjutnya. Peningkatan total dari pertemuan
STAI YPBWISTAI YPBWI Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang secara empiris mengkaji pengaruh minat siswa, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah terhadapOleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang secara empiris mengkaji pengaruh minat siswa, dukungan orang tua, dan lingkungan sekolah terhadap
UINSIUINSI Kemampuan problem solving merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak yang perlu distimulasi sejak dini. Penelitian ini bertujuanKemampuan problem solving merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan kognitif anak yang perlu distimulasi sejak dini. Penelitian ini bertujuan
UINSIUINSI Penerapannya dilakukan guru melalui pembiasaan dan keteladanan, seperti pengenalan melalui lagu-lagu, kunjungan ke tempat ibadah, bercerita, dan penggunaanPenerapannya dilakukan guru melalui pembiasaan dan keteladanan, seperti pengenalan melalui lagu-lagu, kunjungan ke tempat ibadah, bercerita, dan penggunaan
UINSIUINSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa anak belum menerapkan kebiasaan kebersihan diri, serta fasilitas di sekolah masih kurang mendukung pembiasaanHasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa anak belum menerapkan kebiasaan kebersihan diri, serta fasilitas di sekolah masih kurang mendukung pembiasaan
UINSIUINSI Sebelum melakukan tindakan atau prasiklus, konsentrasi anak masih 40% dan setelah melakukan tindakan, konsentrasi anak mulai meningkat pada siklus 1 menjadiSebelum melakukan tindakan atau prasiklus, konsentrasi anak masih 40% dan setelah melakukan tindakan, konsentrasi anak mulai meningkat pada siklus 1 menjadi
UINSIUINSI Teori perkembangan sosial menjelaskan bahwa kemampuan kerjasama merupakan indikator tertinggi dalam suatu permainan. Kondisi awal kemampuan kerjasama anakTeori perkembangan sosial menjelaskan bahwa kemampuan kerjasama merupakan indikator tertinggi dalam suatu permainan. Kondisi awal kemampuan kerjasama anak
UINSIUINSI Pada evaluasi, guru melakukan penilaian checklist terhadap anak. Faktor penghambatnya adalah ketidakhadiran beberapa murid saat permainan dijadwalkan,Pada evaluasi, guru melakukan penilaian checklist terhadap anak. Faktor penghambatnya adalah ketidakhadiran beberapa murid saat permainan dijadwalkan,
Useful /
STAI YPBWISTAI YPBWI Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok siswa MI kelas lima: kelompok eksperimenPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen yang melibatkan dua kelompok siswa MI kelas lima: kelompok eksperimen
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO The population consisted of 268 teachers from 30 public elementary schools, from which 160 respondents were selected using proportional random sampling.The population consisted of 268 teachers from 30 public elementary schools, from which 160 respondents were selected using proportional random sampling.
UINSIUINSI Permasalahan yang dihadapi mencakup keterbatasan pemahaman guru tentang karakteristik ABK, kesulitan mengelola kelas inklusif, hambatan komunikasi, keterbatasanPermasalahan yang dihadapi mencakup keterbatasan pemahaman guru tentang karakteristik ABK, kesulitan mengelola kelas inklusif, hambatan komunikasi, keterbatasan
UINSIUINSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru memahami aspek perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia 4-5 tahun dan dapat diimplementasikan dalamHasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Guru memahami aspek perkembangan nilai agama dan moral pada anak usia 4-5 tahun dan dapat diimplementasikan dalam