KOMPETIFKOMPETIF

Jurnal Daya SaingJurnal Daya Saing

This study evaluates how a SOAR centered team development framework influences performance outcomes across four Ministry of Home Affairs Regional PPSDM. Through a mix-methods triangulation approach, the research elucidates the synergy between strategic strengths and institution effectiveness. Pearson correlation analysis reveals a significantly strong positive relationship between collective commitment (r=0.828) and moral obligation toward performance effectiveness. Multiple linear regression findings confirm that organizational culture is the most dominant determinant, with the model simultaneously explaining 88.5% of the variability in performance effectiveness (R2=0.885). Qualitatively and regulatively, the development of the SOAR-based model successfully synergizes internal strengths namely moral solidarity with external opportunities such as bureaucratic digitalization and continuous training. The study concludes that the transformation toward a value-based commitment model exerts a significant influence and serves as a strategic solution. This model establishes inclusive work culture as the primary foundation, supported by the prevailing normative regulatory framework. Practical implications emphasize the urgency of strengthening performance dialogues and participative leadership to optimize the potential of human resources within the Regional PPSDM environment sustainably.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas tim kerja pada PPSDM Kemendagri Regional berpijak pada integrasi komitmen berbasis nilai dan budaya kerja inklusif.Budaya kerja terbukti menjadi determinan paling berpengaruh terhadap efektivitas tim, dengan kontribusi prediktif sebesar 88,5%.Model tim kerja berbasis SOAR yang dikembangkan mengintegrasikan kekuatan internal, peluang eksternal, aspirasi, dan hasil terukur untuk mereduksi kompleksitas birokrasi dan memposisikan PPSDM Kemendagri Regional sebagai pusat keunggulan pengembangan kompetensi aparatur negara.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana implementasi model tim kerja berbasis SOAR dapat dioptimalkan dalam konteks perbedaan karakteristik regional di Indonesia, termasuk faktor budaya dan sumber daya yang spesifik. Kedua, studi longitudinal diperlukan untuk mengamati dampak jangka panjang dari model ini terhadap peningkatan kinerja organisasi dan kepuasan kerja anggota tim. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan instrumen pengukuran yang lebih komprehensif untuk mengevaluasi efektivitas model SOAR, termasuk indikator-indikator yang mengukur dampak terhadap kualitas layanan publik dan inovasi birokrasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya peningkatan efisiensi dan efektivitas birokrasi di Indonesia, serta memperkuat peran PPSDM Kemendagri Regional sebagai pusat pengembangan kompetensi aparatur yang unggul.

Read online
File size412.77 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test