UNIMAUNIMA

Journal of English Language and Literature TeachingJournal of English Language and Literature Teaching

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan bentuk bahasa yang digunakan di media sosial dan bentuk komentar di media sosial Facebook dan Twitter. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data survei berasal dari media sosial Facebook dan Twitter, tetapi data yang diperoleh berupa komentar kasar di Facebook dan Twitter. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan teknik untuk mengonfirmasi validitas data dilakukan dengan mengonfirmasi ketekunan observasi dan member checks. Ditemukan bahwa bentuk bahasa yang digunakan dalam tulisan Facebook dan Twitter adalah lugas, tepat, dan jelas. Di sisi lain, komentar kasar di posting Facebook dan Twitter termasuk: sumpah serapah, hiperbola, penghinaan, stigma, dan perlakuan terhadap hewan. Kata-kata kekerasan verbal di Facebook dan Twitter menunjukkan bahwa orang Indonesia masih belum sopan dalam bahasa mereka, sehingga diperlukan informasi bagi pemerintah dan institusi pendidikan untuk mengambil langkah strategis untuk mengatasi masalah ini menjadi sumber. Ditemukan bahwa jumlah besar kata-kata kasar adalah 81 kata dari kata-kata istilah seks yang “f*ck* atau “what the f*ck dan jumlah kecil kata-kata kasar adalah 7 kata dari Latar Belakang Pribadi (kondisi) yang “b*stard dan “g*y.

Dalam temuan penelitian ini, menunjukkan bahwa jenis kata kasar yang paling sering digunakan di media sosial adalah kata-kata istilah seks.Jumlah kata yang digunakan dari jenisnya adalah 104, dan beberapa di antaranya adalah f*ck dan what the f*ck.yang juga merupakan kata kasar yang paling sering digunakan dalam temuan kami di media sosial.Meskipun demikian, jenis kata kasar yang paling umum di media sosial adalah latar belakang pribadi (kondisi), dan jumlah kali penggunaannya adalah 7.Kata-kata yang digunakan dari jenis tersebut dalam pemantauan dan pengumpulan data kami adalah b*stard dan g*y.Penggunaan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris harus menjadi titik awal kami di media sosial karena dapat membuat beberapa orang, pihak, dan orang lain terganggu dan dapat menyinggung siapa pun, terutama mereka yang tidak mengetahui arti atau motif penggunaan kata-kata kasar ini.Karena itu, kita sebagai pengguna harus berhati-hati saat menggunakan kata-kata tertentu di kolom komentar di media sosial dan selalu menggunakan etika yang baik saat menggunakan media sosial itu sendiri.Sehingga kita dapat meminimalkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di media sosial.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang dampak penggunaan kata-kata kasar dalam bahasa Inggris di media sosial terhadap kesehatan mental pengguna. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi penggunaan kata-kata kasar ini, serta cara-cara untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan tentang dampak negatifnya. Penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong penggunaan kata-kata kasar ini, seperti budaya, lingkungan sosial, atau faktor psikologis, dan bagaimana hal ini dapat mempengaruhi perilaku pengguna media sosial.

Read online
File size335.03 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test