UMPRUMPR

Suluh: Jurnal Bimbingan dan KonselingSuluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Sistem pembelajaran dengan pola full day school membutuhkan kesiapan fisik, psikologis, maupun intelektual yang baik. Stres di bidang akademik pada anak muncul ketika harapan untuk pencapaian prestasi akademik meningkat, baik dari orang tua, guru ataupun teman sebaya dan harapan tersebut tidak sesuai dengan kemampuannya. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk menurunkan tingkat stress pada Peserta didik di sekolah yang menerapkan full days school adalah dengan terapi menulis ekspresif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat stres akademik pada Peserta didik di Sekolah Full Day School sebelum dan sesudah diberikan terapi menulis ekspresif, serta untuk mengetahui proses terapi menulis tingkat stres akademik pada Peserta didik di Sekolah Full Day School. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi kasus menggunakan rancangan penelitian multiple baseline. Penelitian ini dilakukan pada 15 orang subyek berusia 15-17 tahun dengan kriteria memenuhi DSM IV untuk gangguan penyesuaian (stress), belum pernah diberikan terapi menulis sebelumnya dan bersedia bekerjasama dengan terapis dengan menandatangani inform consent. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat stress akademik subjek. Berdasarkan hasil dari sesi 1 sampai sesi ke 10, skor rata-rata sesi pra terapi adalah 84.5 dan skor rata-rata sesi pascaterapi adalah 56.7, serta perilaku positif yang muncul adalah subjek dapat mengerjakan tugas tepat waktu, konsentrasi dalam belajar meningkat dan percaya diri atas kemampuan yang dimiliki.

Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat stres akademik pada subjek setelah diberikan terapi menulis ekspresif.Skor rata-rata tingkat stres akademik sebelum terapi adalah 84.Perilaku positif yang muncul pada subjek setelah terapi meliputi kemampuan mengerjakan tugas tepat waktu, peningkatan konsentrasi dalam belajar, dan peningkatan kepercayaan diri terhadap kemampuan diri.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan jumlah partisipan yang lebih besar dan beragam latar belakang sekolah untuk memperkuat generalisasi temuan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas terapi menulis ekspresif dengan metode intervensi lain, seperti konseling individual atau kelompok, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mengurangi stres akademik. Ketiga, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengalaman subjektif peserta didik selama menjalani terapi menulis ekspresif, termasuk faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat proses penyembuhan dan perubahan perilaku. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme kerja terapi menulis ekspresif dan implikasinya dalam praktik bimbingan dan konseling di sekolah.

Read online
File size237.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test