UINSAIDUINSAID

Academic Journal of Da'wa and CommunicationAcademic Journal of Da'wa and Communication

Dakwah sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan memperkuat keimanan dan penghayatan agama, juga memiliki peran penting dalam membantu penyandang tunanetra mencapai potensi terbaik dalam pengembangan diri. Yayasan Komunitas Sahabat Mata adalah sebuah organisasi yang berkomitmen untuk memberikan pembinaan dan bimbingan kepada penyandang tunanetra dalam hal pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi dakwah yang digunakan oleh Yayasan Komunitas Sahabat Mata dalam pengembangan diri bagi penyandang tunanetra. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi baik secara offline maupun online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Komunitas Sahabat Mata menggunakan strategi dakwah bil lisan dan bil hal yang efektif dalam pengembangan diri penyandang tunanetra. Strategi-strategi tersebut meliputi penggunaan media braille untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah, penyediaan pendidikan agama yang disesuaikan dengan kebutuhan tunanetra, pembentukan kelompok diskusi dan kajian agama, serta pemberdayaan komunitas dalam melaksanakan dakwah di tengah masyarakat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Yayasan Komunitas Sahabat Mata Semarang memiliki peran penting dalam pengembangan diri penyandang tunanetra melalui strategi dakwah bil lisan dan bil hal.Yayasan menerapkan strategi tersebut melalui berbagai program seperti pelatihan Al-Quran braille, siaran radio, dan kegiatan sosial.Meskipun menghadapi hambatan internal dan eksternal, yayasan terus berupaya memberikan dukungan dan motivasi kepada penyandang tunanetra untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai efektivitas penggunaan media braille dalam meningkatkan pemahaman agama dan pengembangan diri penyandang tunanetra, dengan membandingkan metode pembelajaran tradisional dan modern. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung proses pengembangan diri penyandang tunanetra, serta identifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh terhadap keberhasilan mereka. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi potensi pengembangan program dakwah inklusif yang lebih inovatif dan kreatif, seperti pemanfaatan teknologi digital dan media sosial untuk menjangkau lebih banyak penyandang tunanetra dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pemberdayaan penyandang tunanetra dan mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan adil.

  1. Optimalisasi Strategi Idarah: Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang | Academic... ejournal.uinsaid.ac.id/index.php/ajdc/article/view/7316Optimalisasi Strategi Idarah Studi Kasus Pengelolaan Masjid Agung Kauman di Kota Semarang Academic ejournal uinsaid ac index php ajdc article view 7316
Read online
File size1.06 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test